SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Investasi MRO Garuda di Batam Capai USD100 Juta

  • Reporter:
  • Jumat, 17 Maret 2017 | 14:39
  • Dibaca : 360 kali
Investasi MRO Garuda di Batam Capai USD100 Juta
ilustrasi

BATAM – Nilai investasi pembangunan maintenance, repair, operating (MRO) PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) di Batam mencapai USD 100 juta. Anak perusahaan Garuda Indonesia tersebut akan mulai pembangunan pada awal 2018.

“Saat ini kita masih melakukan studi kelayakan. Rencana tahun depan tapi tidak menutup kemungkinan tahun ini bisa saja dibangun, tergantung nanti bagaimana perkembangannya,” ujar Arjo Widjoseno VP Corporate Secretary di Batam, Kamis (16/3).

Menurut dia, pembangunan fasilitas MRO untuk pasar internasional dan pergudangan logistik guna mendukung pengembangan perusahaan tersebut di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Tahap awal diperkirakan dimulai di atas lahan 25.000 meter persegi.

Saat ini pihaknya masih menjajaki beberapa perusahaan asing untuk menjalin kerjasama. Dimana sebelumnya GMF juga telah menggandeng sejumlah perusahaan MRO terkemuka termasuk dari Jepang untuk menghadirkan World Class MRO di Batam.

“Tidak hanya internasional saja, nantinya MRO kita juga melayani pesawat dalam negeri,” katanya.

Dipilihnya Batam untuk memperluas bisnis GMF tersebut karena lokasinya sangat strategis. Dekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang jadi penghubung penerbangan internasional dan memiliki fasilitas memadai.

Dengan pembangunan tersebut diharapkan juga memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat Batam. Hanya saja, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah pekerja yang akan direkrut oleh GMF. Namun pihaknya memastikan akan merekrut pegawai setiap tahun.

“Pegawai kita saat ini ada sekitar 4.300 tapi setiap tahunnya pasti bertambah,” ujarnya.

Selain itu program CSR, pihaknya akan bekerjasama dengan Politeknik Batam dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa lokal di Batam. Setelah lulus, para sarjana akan direkrut jadi pegawai GMF ditugaskan di Batam.

Dia menjelaskan, GMF merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) bergerak di bidang perawatan pesawat atau MRO. Sebelumnya juga telah melakukan kesepakan nota kesepamahaman dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam hal penggunaan lahan di Bandara Hang Nadim Batam.

“Intinya industri perawatan pesawat serta sarana pendukungnya dalam hal ini fasilitas logistic,” katanya.

Fasilitas perawatan pesawat berupa hangar rencananya diperuntukkan sebagai hangar pesawat Wide Body dan dilakukan bertahap. Fasilitas dibangun diproyeksikan menyerap pasar perawatan pesawat internasional.

“Diharapkan keberadaan gudang logistik mendukung kebutuhan persediaan suku cadang untuk operasional Hangar di lahan tersebut. Selain itu juga untuk line maintenance GMF di area Sumatera dan sekitarnya,” ujarnya.

GMF AeroAsia merupakan salah satu industri perawatan pesawat terbang terbesar dan terbaik di Indonesia dengan visi Top Ten MRO in The World pada 2020. GMF AeroAsia memiliki lima Outstation di luar negeri dan berkomitmen menciptakan lalu lintas udara aman dengan memberi solusi perawatan pesawat terbang terpadu dan handal.

Menurut dia, GMF AeroAsia melakukan perawatan pesawat mencakup 8 tipe pesawat. Di antaranya Boeing 737 Classic, Boeing 737 New Generation, Boeing 747, Boeing 777, Airbus A320, Airbus A330, Airbus A320Neo serta ATR Bombardier CRJ.

“Kami selalu berkomitmen memberikan beragam jasa perawatan pesawat,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com