SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jual di Atas HET, Pemko Tindak Delapan Pangkalan Gas

  • Reporter:
  • Rabu, 12 Juni 2019 | 09:39
  • Dibaca : 154 kali
Jual di Atas HET, Pemko Tindak Delapan Pangkalan Gas
Warga saat antre mendapatkan gas elpiji di SPBU Batu 7, baru-baru ini. F Muhammad Bunga Ashab

PINANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tanjungpinang akan menindak tegas pangkalan gas elpiji 3 kilogram yang menjual harga di atas harga eceran tertinggi (HET). Berdasarkan laporan yang diterima, ada delapan pangkalan gas di Tanjungpinang menjual gas di atas HET pada saat lebaran pekan lalu.

“Ada delapan pangkalan yang kita terima menjual harga di atas HET. Dari informasi yang diperoleh harganya Rp22 ribu dan ada juga jual sampai Rp27 ribu per tabung. HET Rp18 ribu per tabung,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tanjungpinang Desi Apriyanti saat ditemui di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Selasa (11/6).

Ia mengatakan, pada saat menjelang lebaran lalu masyarakat sempat kesulitan memperoleh gas melon tersebut karena terjadi keterlambatan pendistribusian gas dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elipiji (SPBE) Tanjunguban, Bintan. Padahal sebelumnya, Disperindag Tanjungpinang untuk menghadapi puasa dan lebaran telah menyurati Pertamina untuk memasok kebutuhan masyarakat. Pertamina telah menyetujuinya, namun sayang terjadi keterlambatan distribusi. “Terlambat pendistribusianya karena ada antrean panjang transportir saat pengisian gas. Jadi, momen ini yang dimanfaatkan pangkalan untuk menjual di atas HET,” ujarnya.

Desi mengatakan, pihaknya saat ini sedang mencari tahu kebenaran laporan itu dengan mendatangi pangkalan tersebut. Bila hasil temuannya terbukti, maka pangkalan akan diberikan sanksi tegas. “Sanksinya akan kita rekomendasikan ke agen pengurangan kuota kepada pangkalan itu dan paling berat sanksinya izinnya dicabut,” katanya.

Disinggung terkait adanya tabung gas elpiji ditempel plat baja, kata Desi, kondisi tabung gas seperti itu resmi dari Pertamina. Meskipun ada timpalan plat baja, beratnya tabungnya saat kosong tetap 5 Kg. “Isinya tetap tiga kilo, itu dapat diukur dengan berat, setiap pangkalan harus memiliki timbangan, bisa dicek dengan timbangannya,” katanya.

Disperindag telah memberikan aturan kepada pangkalan agar menyediakan timbangan. Tujuannya, masyarakat yang curiga dapat memastikan isi tabungnya apakah sesuai atau tidak. “Pangkalan tidak punya timbangan silahkan dilaporkan kepada kita, setiap pangkalan itu setiap pangkalan ada call center pertimana dan pemko,” kata Desi.

Untuk mengindari adanya keterlambatan pendistribusian, Disperindagin sedang mengupayakan agar SPBE Sunga Carang bisa diaktifkan. Menurut dia, SPBE ini aktif pendistribusian akan mudah. “Kita meminta segara mengaktifkan SPBE Sungai Carang. Yang jelas gas elpiji di Tanjungpinang saat ini sudah normal,” katanya.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com