SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kaleidoskop Hukum Februari 2017, Teka Teki Umi Kalsum dan PNS Bawa Kabur Uang Darah

  • Reporter:
  • Kamis, 7 Desember 2017 | 20:06
  • Dibaca : 91 kali
Kaleidoskop Hukum Februari 2017, Teka Teki Umi Kalsum dan PNS Bawa Kabur Uang Darah
Darwis saat digiring penyidik dari sel tahanan menuju ruang penyidik. Foto Tommy Purniawan

SINDO BATAM – Sepanjang Februari lalu, ada dua kasus pembuhan yang terjadi. Pembunuhan teman sendiri hingga kasus pembuhan Umi Kalsum yang ditemukan tegawas tergantung.

Catatan SINDO BATAM, Senin (6/2/2017) lalu pembunuhan terhadap Erik Nasution alias Ucok, ia tewas mengenaskan setelah kena dua tikaman di bagian dada di dalam kosannya yang berada di Pasar Induk Jodoh, Lubuk Baja saat dinihari. Nyawa pria 32 tahun itu sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi tak bisa diselamatkan karena mengalami pendarahan hebat akibat luka tusukan tersebut.

Hanya berselang 30 menit, pelaku berhasil ditangkap. Pelaku atas nama Wira Pranata (31) menceritakan apa yang menjadi penyebab sehingga ia membunuh temannya sendiri. Pemicunya, lantaran sakit hati dengan korban karena dipermalukan di depan umum saat ia menjadi juru parkir di depan Pasar Samarinda. “Saya dipermalukan dia, karena saya sering diteriaki pungli saat mengutip parkir di sana,” akunya.

Namun yang sempat membuat geger, penemuan mayat Umi Kalsum tergantung di pohon Baloi Kolam tepatnya di RT 09 RW 16, Sabtu (18/2/2017). Polisi sempat kebingungan karena tidak ada warga sekitar mengenal korban.

Berdasarkan pengakuan Timothy yang merupakan Ketua RT 09 kepada Kapolsek Batamkota Kompol Arwin saat itu, ia dan warga lainnya mengaku tak mengenal dengan korban. Dari barang bukti yang didapat, ditemukan satu tas, empat pakaian, sepasang sepatu, satu peci, tiga buah celana dalam pria, satu jam tangan dan KTP korban. Dari KTP Korban, kata Arwin, korban merupakan warga Tanjung Morawa, Deli Serdang. Korban lahir pada tanggal 17 Februari 1989 bertatus ibu rumah tangga dan tinggal di Jalan Industri gang Rukun Dusun I. “Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Deli Serdang, tetapi belum menemui keluarga korban,” ujarnya.

Dalam kasus ini polisi tidak mau gegabah untuk menetapkan penyebab kematian korban, karena masih menunggu hasil visum dari Tim Medis. “Apakah dibunuh atau bunuh diri, kita masih kembangkan,” kata Kapolsek saat itu.

Teka-teki pembunuhan Umi Kalsum mulai terungkap. Hasil tim medis dan barang bukti yang ditemukan di lokasi setelah disingkronkan dan disimpulkan, korban meninggal akibat patah leher bagian belakang, akibat jeratan tali tas milik korban lalu digantungkan oleh pelaku ke pohon. Terungkap pelaku Darwis.

Hingga saat ini, proses peradilan Darwis masih berlangsung. Terdakwa Darwis dituntut dengan hukuman 20 tahun penjara, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (30/11/2017) siang. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Muharam meyakini terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Umi Kalsum yang merupakan kekasih gelapnya tersebut.

Di Februari lalu, selain kasus pembunuhan, sejumlah kasus hukum lain menghiasi pemberitaan. Di antaranya, Re (22) warga Seraya Atas, meringkuk di balik jeruji Polsek Bengkong karena telah mencabuli Em (20) di rumah kosong sekitar pantai Ocarina hingga terkuaknya penggelapan uang PMI oleh PNS yang bertugas di RSUD Embung Fatimah. Penggelapan uang darah ini kurang lebih Rp1,2 miliar. Dan sampai saat ini, PNS atas nama Feriandi masih dicari.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com