SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kapal Pukat Resahkan Nelayan Tambelan

  • Reporter:
  • Kamis, 13 Juni 2019 | 10:10
  • Dibaca : 130 kali
Kapal Pukat Resahkan Nelayan Tambelan
Ilustrasi foto AGUNG DEDI LAZUARDI

BINTAN – Aktivitas kapal pukat di Kecamatan Tambelan kembali meresahkan nelayan tradisional setempat. Resah yang dirasakan masyarakat Tambelan khususnya nelayan Pulau Pengikik disebabkan nelayan pernah mendengar pembicaraan radio pantai ABK pukat yang membuat takut masyarakat Pulau Pengikik.

“Nelayan kami pernah mendengar pembicaraan di radio pantai kapal pukat tersebut bahwa mereka akan mengikat laki-laki dan akan memperkosa wanita di Pulau Pengikik, itu yang membuat kami takut,” kata Kepala Desa Pulau Pengikik, Beni Junaidi di Tambelan, kemarin.

Beni yang baru tiba di Tambelan mengaku, kejadian tersebut terjadi sekitar April 2019. Ketika itu, sebanyak tujuh kapal pukat yang ada di Pulau Pengikik secara sengaja menebarkan jaring pukat di wilayah nelayan menangkap ikan atau sekitar 2 mil dari pantai. “Mereka sengaja memicu amarah kami, tapi kami tak terpancing, kami langsung menghubungi Polsek Tambelan untuk meminta bantuan, sekitar pukul 17.00 WIB,” ujarnya.

Ia mengatakan, personil Polsek Tambelan baru tiba di Pengikik pada keesokan harinya dan secara spontan membuat kapal pukat tersebut pergi. Permasalahan dengan kapal pukat tidak hanya terjadi pada 2019 saja, bahkan pada 2018 lalu ABK pukat pernah menyandera nelayan Pulau Pengikik inisial ZN (38). “Pernah kejadian setahun lalu, ABK pukat menyandra seorang nelayan kami dan pompongnya,” tegas Beni.

Penyandraan dilakukan selama 3 jam, dengan dalih bahwa nelayan Pengikik merusak jaring pukat. “Padahal kami tak pernah merusak pukat mereka, tapi syukurlah nelayan kami dilepas dalam keadaan selamat,” katanya. Beni sebagai Kades tidak mengetahui persis asal kapal dan jenis pukat yang ada sudah lama berada di perairan Pulau Pengikik tersebut. “Tapi kami dapat simpulkan bahwa kejadian pada 2018 dan 2019 adalah orang yang sama,” ujarnya.

Ia berharap agar aparat berada terus menerus di Pulau Pengikik yang berjarak sekitar 7 jam perjalanan laut dari Pulau Tambelan. “Untuk mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan, jangan ketika kejadian baru muncul,” katanya.

Kapolsek Tambelan Ipda Alson mengakui kebenaran perihal kejadian antara ABK pukat dengan masyarakat Pulau Pengikik. “Keterbatasan personil dan armada jadi kendala di perairan Tambelan, kemudian jarak tempuh yang memakan waktu 7-8 jam pelayaran,” ujar Ipda Alson.

novel m sinaga/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com