SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kisruh Jabatan Ketua, Fraksi Golkar Tolak Ikut Paripurna

  • Reporter:
  • Selasa, 4 April 2017 | 10:19
  • Dibaca : 557 kali
Kisruh Jabatan Ketua, Fraksi Golkar Tolak Ikut Paripurna
Meja Nesar Ahmad kosong saat paripurna Ranperda Pengelolaan Air Limbah Domestik di Gedung DPRD Bintan berlangsung. M Rofik

BANDAR SERI BENTAN – DPRD Bintan menggelar paripurna Penyampaian Ranperda Pengelolaan Air Limbah Domestik dipimpin Wakil Ketua DPRD II Trijono di Gedung DPRD Bintan, Bandar Seri Bentan, Senin (3/4). Namun, paripurna itu tidak dihadiri Ketua Fraksi Partai Golkar Nesar Ahmad beserta empat anggotanya.

Pantauan di lapangan, rapat diikuti Ketua DPRD Lamen Sarihi, Sekretaris DPRD Edi Yusri, Wakil Bupati Dalmasri serta 19 anggota DPRD. Sedangkan Ketua Fraksi Gokar Nesar Ahmad berserta empat anggotanya, yaitu Fiven Sumanti, Hasriawadi, Suardi dan Amran asyik nongkrong di kantin DPRD.

Penyampaian Ranperda Pengelolaan Air Limbah Domestik oleh Wakil Bupati Dalmasri Syam tersebut diikuti pandangan fraksi-fraksi. Pertama, Fraksi Demokrat dibacakan juru bicara (jubir) Zulfaefi. Dilanjutkan Fraksi PDIP oleh Umar Ali Rangkuti, Fraksi PKS Miskal, PAN oleh Arif Jumana dan Fraksi Gabungan Hati Nurani Perubahan oleh Andreas Salim.

Protokol paripurna melanjutkan dengan memanggil Fraksi Golkar untuk membacakan tanggapan fraksi, namun tidak ada satupun perwakilan fraksi yang maju.

Paripurna kemudian dilanjutkan tanggapan Kepala Daerah atas pandangan fraksi-fraksi, tanpa pembacaan pandangan Fraksi Golkar. Paripurna ditutup tanpa kehadiran Ketua Fraksi Golkar Nesar Ahmad beserta empat anggotanya.

Ketua Fraksi Golkar Nesar Ahmad mengatakan, ia bersama empat anggotanya tidak menghadiri paripurna, justru nongkrong dan ngopi di kantin DPRD sebagai bentuk protes kepada Sekretaris DPRD Bintan yang membiarkan Ketua DPRD Lamen Sarihi duduk di kursi ketua saat paripurna. Pihaknya tidak lagi mengakui Lamen sebagai Ketua DPRD, karena usulan pergantian unsur pimpinan, yaitu Ketua DPRD sudah diparipurnakan, bahwa posisi Lamen digantikan Nesar Amad.

“Pak Lamen duduk di kursi ketua sebagai apa?” tanya Nesar.

Dia meminta Sekretaris DPRD Edi Yusri, tidak mendudukkan Lamen pada kursi ketua saat sidang paripurna. Karena sudah menyalahi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 tahun 2010 tentang tata tertib DPRD, pada pasal 42 ayat 2.

Anggota Fraksi Golkar Hasriawadi mengatakan, Fraksi Golkar mendudukkan Lamen sebagai Ketua DPRD. Fraksi Golkar juga mengusulkan pergantian ketua bahkan sudah diparipurnakan, mestinya diikuti Sekretaris DPRD, dengan tidak membiarkan Lamen duduk di kursi ketua.

“Kita mau Sekretaris DPRD tetapkan aturan. Jangan kursi ketua diberikan kepada yang tidak berhak,” kata Hasriawadi.

Sedangkan Ketua DPRD Lamen Sarihi, yang juga anggota Fraksi Golkar menyanggah pernyataan Nesar dan Hasriawadi. “Saya dilantik dengan SK Gubernur. Kalau dicopot juga dengan SK Gubernur, bukan dengan SK Ketua Fraksi,” ujar Lamen.

Sebagai kader Partai Golkar, ia mengaku malu dengan tingkah polah fraksinya dimotori Nesar Ahmad. Mestinya fraksinya mengedepankan kepentingan rakyat dibandingkan kepentingan berebut kursi ketua.

“Ikut paripurna itu demi kepentingan rakyat, bukan malah sibuk memperebutkan kursi ketua hanya untuk kepentingan partai dan segelintir orang saja,” katanya.

Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam mengatakan, walaupun Fraksi Golkar tidak membacakan pandangan, namun Fraksi Golkar sudah menyampaikan secara tertulis.

“Memang tidak dibacakan, tetapi menyampaikan secara tertulis. Itu hal biasa,” kata Dalmasri.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com