SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Melawan Kemapanan

  • Reporter:
  • Jumat, 11 Mei 2018 | 15:19
  • Dibaca : 51 kali
Melawan Kemapanan

ROMA–AC Milan dan Coppa Italia itu seperti pasangan yang sulit disatukan. Melangkah 14 kali ke final, Milan hanya lima kali mengangkat trofi turnamen yang sudah digelar sejak 1922 tersebut.

I Rossoneri mungkin juga sudah lupa bagaimana rasanya meng angkat trofi karena mereka terakhir melakukannya pada 2003. Atau, jika dihitung dalam ukuran tahun, sudah hampir 15 tahun saat Milan mengalahkan AS Roma dengan agregat 6-3. Menang 4-1 pada leg pertama dan bermain imbang 2-2 pada pertemuan kedua. Berbeda dengan Juventus. Bianconeri sudah 12 kali meng – angkat trofi dari 18 kali pe nam – pil an mereka pada laga final. Bah kan, dalam tiga tahun terakhir, trofi tersebut belum pernah meninggalkan Juve. Dua kali mengalahkan Lazio pada 2014 dan 2017 dengan skor identik 2-1 dan mengubur Milan 1-0 (2015).

Alasan itu yang membuat Milan dipastikan tidak akan tenang jelang final Coppa Italia melawan Juve di Stadion Olim – pico, Roma, dini hari nanti. Milan tidak saja menanggung beban mengakhiri dahaga gelar 15 tahun serta menantang kemapanan Juve yang terlalu dominan di sepak bola Italia. “Pertandingan terakhir di Turin dan Milan menunjukkan bahwa kami bisa mengalahkan Juve. Kami bisa melakukan – nya. Mereka memang tim kuat dan memiliki pemain-pemain hebat, tetapi kami juga memiliki kualitas yang tidak kalah hebatnya,” kata forward Milan Hasan Calhanoglu, dilansir football-italia . Pemain asal Turki tersebut menegaskan bahwa Milan sa – ngat berambisi meraih Coppa Italia yang notabene ke sem pat – an terakhir meraih gelar musim ini. Calhanoglu menegaskan siap melakukan apapun untuk mengalahkan Juve.

“Kami ingin menjadi juara Coppa Italia. Ini akan menjadi fundamental. Ini akan mengubah mentalitas dan musim kami secara keseluruhan. Itu akan mengubah segalanya. Kami bisa mengalahkan Juve dengan mentalitas. Permainan kolektif dengan hati, itulah faktor terpenting,” tandasnya. Gelandang Milan Giancomo Bonaventura menambahkan Mi lan lebih diuntungkan karena berstatus underdog . Dia ya kin jika menampilkan bentuk permainan terbaiknya, I Ros soneri mampu mengalahkan siapa pun, termasuk Juve. “Final adalah pertandingan fantastis dan saya memiliki firasat bagus. Ini merupakan pertandingan sulit sehingga membutuhkan Milan dengan kekuatan terbaik. Kami tidak boleh memberikan mereka berkembang dan kami harus memaksimalkan setiap peluang,” paparnya.

Bonaventura mengatakan, keberadaan Pelatih Gennaro Gattuso tidak kalah penting, terutama dalam memotivasi para pemain agar mampu menunjukkan semangat tempur dan permainan bagus di la pangan. “Pelatih (Gattuso) memberikan seluruh anggota skuad mengekspresikan diri hingga batas maksimal. Kami sangat bersyukur atas semua yang dia berikan kepada kami sejak awal kedatangannya,” ujarnya. Motivasi besar Milan ini yang harus diwaspadai Juve. Gelandang Juve Miralem Pjanic menuturkan, I Rossoneri tidak bisa dipandang sebelah mata dan telah menunjukkan per kembangan luar biasa di bawah Gattuso.

“Mereka ingin coba memenangkan gelar, begitu juga kami. Ini akan men – jadi final yang indah. Peluang kedua tim adalah 50-50,“ ungkapnya. Kendati menaruh respek besar terhadap lawan, Pjanic menegaskan konsentrasi La Vecchia Signora sepenuhnya tercurah ke Coppa Italia lan taran sudah kian dekat dengan scu detto ketujuh secara beruntun. Berbekal dua kemenangan di dua laga terakhir Seri A, pasukan Massimiliano Allegri siap menjungkalkan Milan.

“Coppa Italia adalah kompetisi berbeda dan kami ingin me menangkan segalanya. Seri A dan Coppa Italia adalah prioritas kami,” pungkasnya. Kemenangan akan membuat Pelatih Juve Massimiliano Allegri menjadi pelatih tersukses Juve di pentas Coppa Italia.

Alimansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com