SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mobil Listrik Dijanjikan Sejumlah Insentif

  • Reporter:
  • Selasa, 27 Februari 2018 | 17:23
  • Dibaca : 266 kali
Mobil Listrik Dijanjikan Sejumlah Insentif

JAKARTA – Sejumlah insentif akan diberikan kepada produsen yang mengembangkan mobil listrik di Tanah Air.

Era kendaraan ramah lingkungan pun diperkirakan bakal semakin mendekati kenyataan. Di antara beberapa insentif yang sedang dikaji ada lah penurunan bea masuk mobil listrik men – jadi 5% dari saat ini 50%. Pajak penjualan barang me wah (PPnBM) atas mobil listrik juga diusulkan 0% dari semula 40%. Usulan lain yang sedang disiapkan adalah pem b erian tax allowance bagi produsen yang mela kukan ekspansi.

Nanti skema pengurangan pa – jak itu diberikan bukan hanya untuk perusahaan ba ru, tapi juga perusahaan yang melakukan in ova si seperti pengembangan mobil listrik. Sejumlah keringanan tersebut diharapkan d a – pat mendukung pendalaman industri automotif na sional. Jika disetujui, kebijakan fiskal itu juga di ha rapkan dapat menarik para produsen untuk mem produksi mobil listrik di dalam negeri. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto me ngatakan, saat ini usulan penurunan bea ma – suk mobil listrik dan PPnBM atas mobil listrik ma – sih dibahas bersama kementerian terkait. Dia ber harap finalisasi aturan selesai dalam satu bu – lan ini.

”Sekarang kan bea masuk sekitar 50% turun ja di 5% target kita. PPnBM jadi nol. Sekarang har – ganya 30% lebih mahal daripada mobil, makanya ki ta berusaha menurunkan PPnBM,” ujarnya saat menerima 10 unit mobil listrik hibah dari Mit subishi Motors di Gedung Kementerian Per – in dustrian Jakarta kemarin. Airlangga menambahkan, selain mobil listrik, ke depan dia juga berharap agar kendaraan jenis se dan tidak lagi masuk dalam kategori barang me wah. Dengan demikian, pajak yang dikenakan akan lebih rendah dan dapat memacu produksi dan pasar sedan nasional. ”Ke depan sedan bukan barang mewah karena eks por compact car besar.

Kita ingin dorong de – ngan PPnBM rendah, banyak keluarga kecil bisa man faatkan compact car,” katanya. Airlangga menambahkan, ta hap pengembangan tek no lo – gi menuju kendaraan listrik sa – ngat diperlukan untuk mem be – ri kan waktu bagi pemerintah dan pelaku industri dalam m e – nyia pkan regulasi atau payung hu kum, infrastruktur pen du – kung, dan teknologi. Di samping itu, kata dia, per – lu melihat kesiapan in dus tri kom ponen dalam negeri se per ti ba terai, motor listrik, dan po wer con trol unit (PCU). De ngan be gi – tu, pengembangan ken daraan lis trik dapat men du kung prog – ram pendalaman struk tur in – dus tri automotif nasional.

”Adapun target pe ngem – bang an kendaraan listrik su dah me n jadi bagian dari road map pe ngembangan ken da ra an ber – mo tor nasional,” ucapnya. Peta jalan pengembangan ken daraan bermotor di In do ne – sia menyebutkan, pada 2025 di – targetkan sebanyak 20% ken – daraan yang diproduksi di da l – am negeri adalah jenis ken da – raan low carbon emission ve hicle (LCEV), termasuk mobil listrik. Saat ini, ujar Airlangga, ta – hap an yang telah dilakukan ada l ah pengembangan ken da – ra an bermotor hemat energi dan harga terjangkau, ke mu di – an kendaraan hybrid hingga ken daraan listrik.

Sementara itu, Mitsubishi Mo tors kemarin menyerahkan 10 mobil listrik ke Pemerintah In donesia melalui Kem en te ri – an Perindustrian. Sepuluh m o – bil tersebut adalah delapan unit Mit subishi Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Ve – hicle) dan dua unit Mitsubishi i- MiEV. Selain memberikan 10 unit mo bil, Mitsubishi Motors juga mem berikan empat unit quick charging yang dapat digunakan u n tuk mengisi ulang baterai se – pu luh mobil tersebut. Chief Executive Officer (CEO) Mitsubishi Motors Osa – mu Masuko mengatakan, pem – b e rian 10 mobil listrik tersebut me rupakan tindak lanjut dari ke sepakatan antara Mitsubishi Mo tors dan Pemerintah In done sia guna melakukan studi per modelan mobil listrik yang se suai masyarakat Indonesia.

”Agustus tahun lalu kami su dah bertemu dan dilan jut – kan dengan penandatanganan no t a kesepahaman pada Ok to – ber. Februari ini kami langsung mem b awa mobil ini untuk In – do nesia,” terangnya. Dia mengatakan, studi yang meng gunakan mobil Mit su bi – shi tersebut akan menilai peng – gu naan kendaraan listrik di ber – ba gai lingkungan, ter ma suk ko – t a, kawasan wisata, dan pu lau ter pencil. Studi dapat di g u na – kan untuk melacak po ten si pe – nge lolaan energi ken da ra an li s – trik serta menguji peng gu naan Mit subishi Outlander PHEV s e – ba gai sumber penyimpanan.

”Hari ini merupakan se – buah momen penting untuk Mit subishi Motors, Pemerintah Indonesia, dan masyarakat In donesia yang mendapat man faat dari peningkatan ke – pe milikan mobil, komunitas yang lebih terhubung, serta ling kungan yang lebih aman dan ramah,” tutur Masuko. Dia menambahkan, In do – ne sia adalah salah satu pasar pa ling menjanjikan di Asia Teng g ara dengan populasi mu – da yang bersemangat untuk mem buka peluang ke p e mi lik – an mobil. Kondisi tersebut cu – kup menantang karena di satu si si ada dorongan untuk me mi – liki mobil dan di sisi lain ada ke – ha rusan menjaga lingkungan.

”Sepuluh kendaraan baru ini akan dikerahkan oleh ke – men terian dalam se rang kai – an stu di bersama yang secara lang sung akan mendukung pe ngem bang an infrastruktur ken da r a an listrik Indonesia yang sedang ber k embang. Stu di ini m er u pa kan langkah un tuk menuju pen ca paian visi Smart Cities yang benarbenar akan melihat pe nyam – pai an teknologi untuk ma s ya – ra k at,” ungkapnya. Menanggapi hibah mobil lis t rik tersebut, Airlangga me – nga takan, kendaraan tersebut me rupakan solusi antara yang ideal sebelum Indonesia mam – pu melengkapi infrastruktur mo bil listrik.

Hal ini diamini Direktur Jen deral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elek tronika (ILMATE) Ke mente rian Perindustrian Harjanto. Me nurutnya, penyerahan 10 mo bil listrik yang dilakukan Mit subishi bukan tujuan terakhir yang dilakukan pe me rin – tah dalam elektrifikasi au tomo tif Indonesia. ”Saat ini kita masih me – nyiap kan dasar hukum dan meng atasi masalah dan ham – ba t an yang sedang kita hadapi. H a nya, apa yang dilakukan Mit – subishi akan jadi milestone stra – tegis bagi perkembangan au tomotif Indonesia,” jelasnya.

Pemerintah, kata dia, saat ini masih terus menyiapkan per aturan dan kebijakan agar mo bil listrik semakin ber kem – bang di Indonesia. Menteri Perhubungan Budi Ka r ya Sumadi yang hadir pada acar a penyerahan mobil listrik ke marin menyatakan du kung – an pada pengembangan mobil lis t rik nasional. Menurutnya, mo bil listrik adalah kendaraan ra mah lingkungan sehingga me minimalisasi populasi uda – ra dan suara. ”Saya berharap dengan ada – nya mobil listrik ini, negara kita men capai visi menjadi Smart Ci ties melalui pengembangan tek nologi. Kendaraan listrik ini ke lak akan menjadi alternatif trans portasi yang pe nge lo la – an nya lebih minim dan murah,” ujar Budi.

Dia berharap ke depan peng gunaan mobil listrik ini tidak hanya terbatas di kota be – sar, tetapi juga di kawasan p eda laman maupun perbatasan. Un tuk itu, dia ingin agar studi mo bil listrik yang sedang dikem bangkan dapat menjadi lan dasan yang kokoh untuk pengem bangan kendaraan listrik di Indonesia. Selain Mitsubishi, beberapa agen pemegang merek (APM) lain di Indonesia juga telah mem perkenalkan mobil listrik. Sebut saja Nissan yang pada November tahun lalu memberikan kesempatan test drive Ni s san Note e-Power di ka wa – san BSD, Tangerang, Banten. APM lain yang sudah mem per – kenalkan mobil listrik adalah BMW melalui seri i3 pada pamer an Agustus tahun lalu.

Oktiani endarwati/ wahyu sibarani/ sindonews

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com