SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Orangtua Murid Ancam Demo Kadisdik Batam

Orangtua Murid Ancam Demo Kadisdik Batam
Para orangtua siswa murid kelas satu mengantar dan melihat anak-anaknya belajar di SD 002 Seipanas. Foto Teguh Prihatna

SEKUPANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan dibuka mulai 5 Juni mendatang. Keterbatasan ruang kelas menjadi kendala utama penerimaan siswa di setiap tahun ajaran baru. Tahun ini, diperkirakan ada 26 ribu anak tak tertampung di sekolah negeri.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Muslim Bidin mengaku mendapat ancaman demo dari orangtua murid jika tak bisa memasukan anaknya ke sekolah negeri. Tekanan tersebut datang akibat tingginya minat orangtua murid untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri karena biaya lebih ringan dibanding bila harus mendapatkan pendidikan di sekolah swasta. “Masyarakat memaksa. Kalau tak diterima, mereka demo,” ujarnya, Senin (22/5).

Disdik Batam sudah berupaya membatasi jumlah peserta didik yang akan diterima ke sekolah negeri. Sejumah persyaratan tegas diterapkan, termasuk mengenai batas minimum usia masuk SD tujuh tahun. Namun syarat yang ketat tak membuat minat masyarakat surut. “Yang usia belum genap 7 tahun ketika Juli nanti juga memaksa masuk negeri,” kata Muslim.

PPDB tahun ajaran 2017-2018 akan dimulai 5 hingga 7 Juni mendatang untuk sekolah unggulan. Sementara proses pengumuman hasil seleksinya akan keluar pada 10 Juni. Setelah dinyatakan lulus, peserta didik diwajibkan mendaftar ulang pada 12 Juni hingga 13 Juni. Adapun keempat sekolah unggulan tersebut, yakni SDN 006 sekupang, SMP 3, SMP 6 dan SMP 26. “Pendaftaran dibuka dari pukul 8.00 sampai 12.00,” katanya.

Sementara PPDB di 92 SD negeri dan 36 SMP negeri lainnya akan mulai dari 3 Juli sampai 5 Juli. Jam pendaftaran masih sama, dari pukul 8.00 hingga 12.00. Pengumuman hasil seleksi akan dikeluarkan pada 6 Juli mendatang, sementara pendaftaran ulang dilaksanakan pada 7 hingga 8 Juli.

Untuk persyaratan masih sama dengan tahun lalu, calon siswa wajib mengisi formulir pendaftaran di sekolah yang dipilih, memenuhi persyaratan dan mendapatkan bukti pendaftaran, bagi calon siswa SD nomor NIK pendaftaran diambil dari akta lahir calon siswa yang bersangkutan, bagi calon siswa SMP harus menandatangani bukti pendaftaran calon siswa.

Menurut Muslim, pihaknya lebih mengutamakan peserta didik yang berasal dari Batam. Sementara syarat untuk peserta didik dari luar Batam diperketat. Mereka diwajibkan melakukan pra pendaftaran melalui Dinas Pendidikan unutk mendapatkan nomor register.

Bagi calon peserta didik SD yang berasal dari luar Batam, harus berumur minimal 6 tahun, yang dibuktikan dengan menunjukan akte kelahiran asli dan KK Asli. Sementara calon peserta didik SMP harus punya nilai rata-rata Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris minimal 8,5. “Kalau mau daftar di sekolah unggulan, maka nilai rapor semestar ganjil kelas IV sampai VI untuk mata pelajaran tersebut minimal harus 9. Harus dibuktikan dengan menunjukan rapor asli,” tuturnya.

Tahun ini Disdik juga menyediakan fasiltais PPDB online. Calon peserta didik tinggal membuka website resmi Disdik Batam http://disdik.batam.go.id atau di https://ppdbbatam.id dan melakukan proses PPDB melalui website tersebut.

Uniknya, sistem online ini memungkinkan siswa untuk mendaftar di tiga sekolah pilihan sekaligus. Namun pemilihan sekolah dibatasi berdasarkan sistem rayonisasi.
Muslim menegaskan, PPDB tidak dipungut biaya sepeserpun. Dia juga mengimbau orangtua agar tak mudah percaya pada tawaran calo yang menjamin anaknya bisa diterima di sekolah-sekolah tertentu. “Semua harus terlibat, kami nanti juga turun untuk memantau jalannya PPDB termasuk tim saber pungli dari Polda Kepri,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Batam akan membentuk tim mengawasi adanya pungutan tidak resmi saat PPDB mendatang. Langkah ini guna mencegah serta menekan praktik pungli yang sering terjadi selama ini. “Kami sedang bentuk tim yang mengarah ke sana,” ujar Kapolresta Barelang AKBP Hengki, belum lama ini.

Seperti diketahui, permasalahan saat PPDB sering terjadi di sekolah-sekolah unggulan. Di antaranya, orangtua yang diwajibkan untuk memberikan uang kepada panitia agar anaknya dapat diterima. Selain itu, adanya penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) dari sekolah kepada siswa serta pembelian seragam sekolah. “Masyarakat harus sadar. Jika memang tidak memenuhi syarat untuk masuk sekolah, jangan dipaksakan. Pemberi dan penerima uang pungli sama-sama kena sanksi,” katanya.

Hengki meminta kepada sekolah untuk menempelkan seluruh syarat serta ketentuan dalam proses penerimaan berlangsung, agar masyarakat mengetahui kriteria yang diterima di sekolah tersebut. “Kalau memang anak harus umur tujuh tahun yang diterima, bagi yang belum jangan dipaksa. Ini akan memancing untuk melanggar aturan,” katanya.

Minta Dukungan Sekolah Swasta
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Batam, Hernowo mengatakan, daya tampung SD dan SMP negeri masih jauh dari jumlah peserta didik. Tahun ini, SD dan SMP negeri hanya mampu menampung kurang dari separuh calon peserta didik yang ada. “Sejumlah sekolah harus melakukan 2 shift. Bahkan untuk SD, harus disambung sore untuk kelas 3 SD,” ujarnya, Rabu (17/5).

Berdasarkan data Disdik Batam, jumlah lulusan TK dan PAUD yang akan masuk SD tahun ini mencapai 25 ribu siswa. Namun daya tampung 93 SD negeri di kecamatan perkotaan hanya mampu menampung 10.944 siswa. “Ada 14 ribu siswa yang masuk SD tak tertampung di sekolah negeri,” kata Hernowo.

Adapun perincian Rencana Daya Tampung (RDT) SD negeri di kecamatan perkotaan, yakni Bengkong menampung 1.512 siswa, Nongsa 972 siswa, Sagulung 2.736 siswa, Seibeduk mampu menampung 972 siswa, Batuaji 1.008 siswa, Lubukbaja 864 siswa, Sekupang 1.512 siswa, Batam Kota 1.332 siswa dan Batuampar 504 siswa.

Dari data tersebut diketahui, sekitar 14 ribu calon peserta didik lulusan PAUD dan TK tak tertampung di SD Negeri. Belum termasuk calon peserta didik yang tak mengikuti jenjang pendidikan PAUD atau TK.

Kendati demikian, dia mengaku tak khawatir. Pasalnya, kebanyakan calon peserta didik lulusan PAUD atau TK lebih memilih melanjutkan pendidikan di sekolah swasta ketimbang sekolah negeri. “Karena TK atau PAUD-nya sudah swasta, biasanya lebih memilih melanjutkan ke sekolah swasta juga,” ujarnya.

Disdik lebih mengkhawatirkan adalah calon pesera didik SMP. Berdasarkan data ada 20.051 siswa SD yang lulus dan akan melanjutkan pendidikan ke SMP. Namun daya tampung 39 SMP negeri hanya 7.920 siswa.

RDT SMP negeri di sejumlah kecamatan, antara lain Batuaji 900 siswa, Belakangpadang 180 siswa, Bengkong 468 siswa, Nongsa 576 siswa, Sagulung 1.620 siswa, Batam Kota 1.872 siswa. Dengan demikian, ada 12.131 calon peserta didik SMP tak tertampung di sekolah negeri. “Kami juga kekurangan banyak raungan kelas. Bisa-bisa untuk SMP jadi 40-an siswa satu kelas. Untuk SMP kurang 124 ruang kelas,” katanya.

Peran sekolah swasta menjadi strategis di tengah kondisi ini. Sekolah swasta diharapkan mampu menyerap seluruh peserta didik yang tak tertampung di sekolah ngeri. Saat ini ada sekitar 626 SD swasta dan 712 SMP swasta di Batam.

1 Komentar

  1. Subiyanto Senin, 17 Juli 2017

Theme Portal Berita TUX_URL.com