SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Panen Perdana Sayuran Sawi dan Selada Hidroponik, Siasati Keterbatasan Lahan di Kepri

  • Reporter:
  • Rabu, 15 Mei 2019 | 11:44
  • Dibaca : 59 kali
Panen Perdana Sayuran Sawi dan Selada Hidroponik, Siasati Keterbatasan Lahan di Kepri
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memanen perdana sayur di kebun hidroponik di halaman kantor DP3APP KB Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (14/5). Nurdin ingin sistem penanaman ini dikembangkan untuk menyiasati keterbatasan lahan di daerah ini. /HUMAS PEMPROV KEPRI

PINANG – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan keterbatasan lahan subur di Kepulauan Riau membuat pemerintah dan para pelaku pertanian harus mencari terobosan jitu dalam membudidayakan sayur mayur untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Menanam menggunakan sistem hidroponik adalah salah satu solusi cerdas, hemat dan semoga cocok untuk wilayah Kepri.

“Apa yang dilakukan oleh Ibu Misni ini perlu kita apresiasi dan patut untuk terus dikembangkan. Selain itu patut juga dipikirkan pasar atau saluran penjualannya. Karena sayur yang dibudidayakan secara hidroponik ini harganya lebih tinggi dibandingkan sayur yang dibudidayakan dengan menggunakan media tanah,” kata Nurdin saat Panen Perdana Sayuran Sawi dan Selada Hidroponik di Kebun Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APP KB) Provinsi Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (14/5).

Nurdin berharap agar budidaya sayuran hidroponik dapat dikembangkan lagi dan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Kepri agar semakin banyak varian sayuran yang bisa ditanam tanpa media tanah ini. Jika langkah ini diikuit oleh masyarakat luas, Nurdin yakin kekurangan dan kebutuhan sayuran disaat sedang kekurangan dapat teratasi.

“Kebutuhan sayuran di Kepri ini cukup tinggi, sehingga kita tidak bisa hanya mengandalkan pasokan dari petani lokal. Oleh karena itu saya rasa ini merupakan langkah alternatif untuk menjaga ketahanan pangan secara mandiri,” kata Nurdin.

Sementara itu Kepala DP3APP KB Kepri Misni mengatakan pembuatan kebun hidropnik ini dilakukan dalam rangka mengasah kemampuan dari setiap stafnya untuk memanfaatkan lahan kosong sebagai percontohan konsep pertanian tanpa menggunakan media tanah di Kepri.

“Tahap awal kebun hidroponik ini memang masih skala kecil. Namun dengan tingkat keberhasilan yang telah kita lihat maka tidak menutup kemungkinan akan lebih dibesarkan lagi karena lahan yang masih cukup besar di pekarangan kantor ini. Apalagi hal ini juga didukung oleh bapak Gubernur ditunjukkan dengan hadir pada panen perdana ini,” ujar Misni.

Misni mengatakan saat ini luas lahan yang digunakan sebagai rumah hidroponik sekitar 4 x 15 meter. Agar tanaman tetap tersirami meski saat panas pihaknya memasang beberapa susun pipa paralon.

“Teknologi penanamannya itu menggunakan media air yang ditampung dalam paralon itu. Selain itu di dalam air diberi nutrisi dengan tujuan agar tanaman itu tetap subur,” ujarnya.

Selain melakukan panen, pada kesempatan ini Nurdin juga melakukan peninjauan pengerjaan tenun songket yang berada di dalam kantor DP3APP KB Kepri. Songket yang telah ditenun pertama kali akhirnya diresmikan dengan ditandai pemotongan kain songket dari alat tenun.

“Adapun songket Kepri nantinya bisa langsung dibuat di sini karena telah ada ala tenun dan pengrajin yang siap mengerjakannya yang rata-rata perempuan. Pemerintah akan terus berkomitmen melakukan peningkatan peran perempuan di bidang ekonomi dalam rangka mewujudkan pemberdayaan gender di Provinsi Kepri,” ujar Nurdin.

fadhil

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com