SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Panglima Kecewa Hari Marwah Tak Dihelat

  • Reporter:
  • Selasa, 25 September 2018 | 13:04
  • Dibaca : 124 kali
Panglima Kecewa Hari Marwah Tak Dihelat
Arifin Zainuddin bersama Huzrin Hood dalam rangka pembentukan provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang sekitar 16 tahun lalu. /IST

Pemerintah Provinsi Kepri dituding melupakan Hari Marwah 15 Mei, tanggal bersejarah perjuangan Provinsi Kepulauan Riau 16 tahun lalu. Sosok-sosok yang tergabung dalam perjuangan itu kecewa berat.

Ernis Hutabarat, Karimun

Kalimat kekecewaan itu meluncur dari mulut Arifin Zainuddin. Pria yang dikenal sebagai Panglima Pejuang Provinsi Kepri itu meluapkan kecewa yang bertubi-tubi kepada semua pejabat daerah sampai pejabat Pemprov Kepri. Pemprov dianggap lupa kacang dengan kulitnya.

“Peringatan bersejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri tidak pernah dihargai. Malah sibuk hajatan Hari Lahir Provinsi Kepri,” ujar Arifin, kemarin.

Sejatinya, hari bersejarah setiap tanggal 15 Mei yang dikenal sebagai Hari Marwah Kepulauan Riau seharusnya tetap diperingati. Tapi hingga memasuki bulan September 2018 hal tersebut tidak dilaksanakan.

Absen memperingati Hari Marwah sangat disesalkan Arifin Zainuddin. Menurutnya pembentukan Provinsi Kepri 16 tahun lalu melalui perjuangan yang panjang sama sekali tidak dihargai oleh para pejabat saat ini. Dia menceritakan diawali dari keinginan lepas dari provinsi induk, Riau, dan membentuk Provinsi Kepri yang saat itu penuh dengan perjuangan.”Antara hidup dan mati,” sambung dia.

Meski mendapat penolakan dari berbagai pihak saat itu, namun masyarakat Kepulauan Riau yang sudah bertekad melanjutkan perjuangan hingga ke ibukota, Jakarta ditempuh bersama pejuang-pejuang lainnya. Hingga akhirnya pembentukan Provinsi Kepri berhasil diraih.

“Saya sangat kecewa, benar-benar kecewa. Mengapa tahun ini tidak ada diperingati Hari Marwah. Apa karena kita (para pejabat-red) sudah lupa akan perjuangan. Jangan merancang untuk Hari Jadi, tapi kita melupakan proses perjuangan para pejuang Kepri,” tegas dia.

Kekecewaan Zainuddin kian bertambah tatkala tidak ada ucapan belasungkawa dari pemerintah maupun anggota legislatif untuk sejumlah tokoh perjuangan pembentukan Provinsi Kepri yang telah tiada. Menurutnya hal tersebut sangatlah penting mengingat Kepri terdiri dari pulau-pulau.

Dengan adanya ucapan bela sungkawa, di media massa misalnya, tokoh yang menetap di daerah pesisir bisa mengetahui kepulangan tokoh-tokoh pejuang Provinsi Kepri. Dia memastikan, masih ada masyarakat yang tidak mengetahui tokoh pejuang Kepri telah pergi.

Salah satunya Muhammad Buang, meski lama menetap di Jakarta, namun tidak ada ucapan belasungkawa untuk HM Buang melalui media massa di Kepulauan Riau sehingga yang lainnya masih menganggap beliau masih hidup

“Sampai hari ini, masih ada masyarakat pesisir yang tidak tahu kalau salah satu tokoh pejuang telah pergi. Padahal, tak kan pernah ada Pemerintah Provinsi Kepri tanpa perjuangan dari tokoh-tokoh masyarakat seperti beliau. Apa para pejabat saat ini sudah buta akan sejarah? Tak secuilpun ucapan yang disampaikan melalui media,” ucap Arifin Zainuddin meluapkan kekecewaan.

Mantan Lurah Kundur ini berharap, agar Pemerintahan mulai dari daerah dan pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau menghargai perjuangan para pejuang Kepri untuk memperingati Hari Marwah sebagai awal proses perjuangan pembentukan Provinsi Kepri beberapa tahun silam

“Bila perlu, setiap peringatan Hari Marwah dilaksanakan secara bergilir ke sejumlah kabupaten/kota. Sehingga masyarakat lebih tahu dan paham akan arti Hari Marwah yang sepertinya sudah memudar ini,” harap Arifin.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com