SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemeriksaan Lanjutan Dugaan Korupsi Perjalan Fiktif Batal, Bupati dan Kajari Natuna Sakit

  • Reporter:
  • Jumat, 12 Juli 2019 | 09:22
  • Dibaca : 113 kali
Pemeriksaan Lanjutan Dugaan Korupsi Perjalan Fiktif Batal, Bupati dan Kajari Natuna Sakit
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal.

PINANG – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal batal menjalani pemeriksaan lanjutan oleh Penyidik Pidana Khusus (pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Kamis (11/7). Hamid dijadwalkan diperiksa bersama Maryamah Kasubdid Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Natuna soal dugaan tindak pidana korupsi perjalan fiktif pada BPKPAD Kabupaten.

Seharusnya kemarin Hamid dan Maryamah dijadwalan menjalani pemeriksaan lanjutan, setelah sehari sebelumnya diperiksa penyidik pidsus Kejari Natuna lebih kurang 8 jam di ruangan bidang Pidsus Kejati Kepri. Kemudian, keduanya direncanakan untuk kembali hadir di Kejati Kepri melanjutkan pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi perjalanan dinas fiktif mulai dari tahun 2007 silam hingga sekarang.

“Hari ini tak ada kegiatan pemeriksaan oleh Kejari Natuna, tadi memang mereka ada di sini. Tapi sudah pulang karena kedua yang akan diperiksa mendadak sakit. Informasinya begitu,” kata salah seorang pegawai Kejati Kepri di depan ruang bidang pidsus Kejati Kepri.

Kepala Kejari Natuna Juli Isnur yang dikonfirmasi soal batalnya pemeriksan Bupati Natuna dan Maryamah juga mendadak sakit. Juli tidak bisa berkomentar banyak mengenai keduanya yang batal hadir. “Waduh, saya lagi sakit, mag kambuh. Nanti saya telepon ya,” kata Juli lewat telpon.

Sebelumnya, Juli menjelaskan, kasus ini masuk ke penyidikan umum baru sebatas pengumpulan alat bukti baik keterangan ahli, saksi, bukti surat menyurat lainnya. Dalam perkara ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. “Dalam kasus ini sudah 20 orang saksi diperiksa, ahli dua orang dan saksi lainnya termasuk Bupati. Setelah tindak pidananya ada titik terang, nanti baru akan ada menetapkan tersangka,” ujar Juli.

Disinggung dalam perkara ini berapa indikasi keungan negara, Juli masih enggan membeberkan lebih rinci. Hanya saja, kata dia, perjalanan fiktif ini sudah terjadi sejak tahun 2007 lalu hingga sekarang. “Nantilah disampaikan dengan rinci kalau sudah ada titik terangnya,” katanya.

Lanjut, kata Juli, alasan pemeriksaan dilaksanakan di Kejati Kepri karena permintaan dari Bupati Natuna sendiri. Sebelumnya, Kejari Natuna sudah memanggil Hamid Rizal beberapa kali untuk dimintai keterangan sebagai saksi di Kejari Natuna, tapi baru bisa dilaksanakan har ini setelah ada permintaan pemeriksaan tidak dilakukan di Natuna.

“Bisa jadi menyangkut karena sebagai kepala daerah sehingga tak ingin dilaksanakan pemeriksaan di Natuna. Pada intinya kita flexibel lah, pemeriksaan ini transparan,” ujar dia.

Setelah pemeriksaan, Hamid Rizal irit bicara soal pemeriksaan yang dijalaninya. Hamid Rizal mengaku pemeriksaannya hanya sebentar saja. Tidak hanya Hamid Rizal, Maryamah juga bungkam saat hendak meninggalkan ruangan bidang pidsus Kejati Kepri. Sambil menunduk berjalan menghindari pewarta, Maryamah menabrak pintu kantor Kejati Kepri saat menuju mobil Toyoya Harrier warna hitam.

“(Pemeriksaannya) sebentar aja kok. Hanya bual-bual saja. Saya hanya klarifikasi aja kok ke sini,” kata Hamid Rizal.

m bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com