SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemkab Natuna Galakkan Sosialisasi Bahaya Miras dan Narkoba

Pemkab Natuna Galakkan Sosialisasi Bahaya Miras dan Narkoba
Seorang siswi SMAN 1 Bunguran Barat, Natuna, menanyakan seputar bahaya dan akibat hukum penyalahgunaan narkoba kepada narasumber Dinkes dan polisi saat sosialisasi di sekolah tersebut beberapa waktu lalu. SHOLEH ARIYANTO

NATUNA – Pemkab Natuna terus menggencarkan sosialisasi untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba. Saat ini muncul fenomena anak-anak Natuna marak menjadi pemakai narkoba dan mengonsumsi minuman keras.

Ketua Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Bakesbangpolda) Kabupaten Natuna Muhtar Achmad mengatakan penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta miras di kalangan remaja menjadi perhatian utama lembaganya.

Pada tahun ini sosialisasi dan penyuluhan terfokus di Kecamatan Bunguran Barat dan Pulau Laut. Kegiatan penting itu melibatkan Dinas Kesehatan dan Kepolisian dengan harapan bisa menyelamatkan generasi muda kabupaten perbatasan ini dari bahaya narkoba.

“Sosialisasi akan terus digalakkan kepada pemuda dan remaja karena mereka jadi sasaran peredaran narkoba,” ungkap Muhtar, kemarin.

Pada bulan Mei saja, Bakesbangpolda Natuna telah keliling di dua Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bunguran Barat dan Pulau Laut. Sosialisasi berlangsung sejak 18 Mei sampai 24 Mei.

Kegiatan makin rajin digelar mulai tahun lalu dan rutin digelar di sekolah-sekolah.

Dalam setiap kesempatan, selalu ada petugas Dinkes dan Kepolisian yang memaparkan dan membina pelajar tentang bahaya narkoba dan miras.

“Penyuluhan ini secara rutin dilaksanakan di sekolah – sekolah secara bergiliran setiap tahun. Pada prinsipnya kami ingin generasi bangsa ini terbebas dari segala bentuk penyalahgunaan seperti narkoba, miras dan ngelem,” papar Muhtar.

Sesuai dengan tema yang diangkat yakni mewujudkan generasi emas generasi sehat tanpa narkoba, Muhtar berharap hal itu dapat diwujudkan di Natuna. Seluruh pelajar bebas dari hal negatif.

“Anak-anak ini adalah masa depan Natuna. Mereka memiliki cita cita dan impian yang panjang. Jangan sampai semua itu rusak lantaran narkoba. Selain merusak kesehatan, juga akan berurusan dengan hukum,” jelasnya.

Kekhawatiran Muhtar melihat kenyataan peredaran narkoba yang mulai banyak terungkap di kabupaten paling utara di Indonesia ini. Bahkan muncul fenomena oknum PNS menjadi penjual narkoba.

Kabupaten Natuna adalah daerah kepulauan, sehingga pintu masuk barang terlarang terbuka lebar. Hal ini menjadi fokus aparat keamanan TNI Polri untuk menjaga setiap pintu masuk ke Natuna.

“Kami melibatkan Polres Natuna untuk menjelaskan dampak hukum atas penggunaan narkoba. Dinas Kesehatan menjelaskan bahaya dari mengkonsumsi miras dan narkoba bagi kesehatan,” paparnya.

Saat ini, lanjut Muhtar, kenakalan remaja masih menjadi fokus pemerintah. Semua instansi terus bersinergi memberikan penyuluhan terhadap hal ini.

“Kami berharap masyarakat juga ikut berpartisipasi mendukung anak-anak mereka agar tetap berada pada posisinya yakni belajar dan belajar,” ungkap dia.

Berdasarkan catatan KORAN SINDO BATAM, pada awal tahun ini terungkap sejumlah pelajar memakai narkoba.

8 Januari 2017, tiga orang remaja yang masih berstatus pelajar SMA dan SMP diamankan warga Kecamatan Subi karena mengamuk dan histeris teriak minta tolong. Satu orang mengamuk dan memukul kaca rumahnya sampai pecah.

Mereka diduga masih dalam kondisi tidak sadar karena makai masih dalam pengaruh sabu. Tiga pelajar itu mengaku mendapat sabu dari seorang warga yang masih satu kecamatan.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com