SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

PENCURIAN: Dua Ditembak, Satu Buron

PENCURIAN: Dua Ditembak, Satu Buron
ilustrasi

SEKUPANG – Polsek Sekupang menangkap komplotan pencurian modus gembos ban yang beraksi di lampu merah. Dua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, dan satu lainnya masih menjadi daftar pencarian orang (DPO) polisi).

Pengakuan pelaku ke polisi, komplotan ini sudah beraksi 25 kali dan mengincar korban yang membawa mobil di sejumlah persimpangan lampu merah. Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan korban Suhartono (43), warga Fanindo, Batuaji, Selasa (3/4/2018) siang.

Ia menjadi korban pencurian di depan pemakaman Seitemiang. “Saat kejadian, ban mobil korban kempes. Saat mengganti ban mobilnya, tasnya diambil pelaku dengan modus berpura-pura membantu korban,” kata Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji, Rabu (4/4/2018).

Di dalam tas korban berisi uang tunai Rp 4 juta, handphor Samsung C7, dua kartu ATM, dua kartu kredit dan KTP. Kerugian ditaksir sekitar Rp 7 juta. Berdasarkan laporan korban, Tim Busek Polsek Sekupang yang dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Jontoni Daman Gultom langsung melakukan pengembangan di lokasi kejadian.

Dari keterangan beberapa orang saksi, pelaku melarikan diri ke arah pemakaman Seitemiang dan berhasil menangkap Hardiansyah (39). Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya karena melawan petugas dan menjadi bulan-bulanan warga yang ikut menangkapnya.

Pengakuan Hardiansyah, ia melakukan aksi kejahatan bersama dua temannya, Toni (34) dan pelaku berinisial Ek yang masih buron. Setelah mendapat petunjuk, Toni berhasil ditangkap saat bersembunyi di Perumnas Sagulung. “Kami juga temukan barang bukti kacamata, kartu ATM dan bukti tabungan milik korban,” kata Oji.

Keduanya mengaku telah beraksi sejak beberapa bulan belakangan ini dengan cara modus gembos ban mobil. Saat beraksi, komplotan ini meletakan sandal yang sudah terpasang paku di ban mobil yang sedang berhenti di lampu merah. Saat lampu hijau, pelaku membuntuti mobil korban hingga ban mobil kempes.
“Saat korban berhenti, kawanan pelaku berpura-pura membantu. Saat korban lengah langsung mengambil barang berharga korban,” ujarnya.

Cara mereka mengambil juga berbagai macam cara, mulai dari membuka pintu mobil saat korban lengah dan ada juga memecahkan kaca mobil. Dari pengakuannya, komplotan ini telah melakukan aksinya sebanyak 25 kali. Pernah sekali beraksi pelaku berhasil mendapat uang tunai Rp 18 juta. “Kami masih melakukan pengembangan kasus ini, dan masih mengejar satu pelaku yang buron,” kata Oji.

Oji mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat mengendarai mobil. Jika mengalami kempes ban mobil, harus menghentikan mobil di tempat yang ramai dan sebisanya tidak sendirian saat mengganti ban mobil yang bocor.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com