SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pengusaha Kepri Terbelah, Alfan Suheiri Dipilih Jadi Ketua Kadin

  • Reporter:
  • Senin, 28 Januari 2019 | 22:59
  • Dibaca : 915 kali
Pengusaha Kepri Terbelah, Alfan Suheiri Dipilih Jadi Ketua Kadin
Ilustrasi SINDO BATAM

BATAM – Sejumlah pengusaha bermanuver membentuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri versi Eddy Ganefo dengan mengangkat tokoh senior Kadin Alfan Suheiri sebagai nakhoda. Rencananya, Kadin Kepri pimpinan Alfan akan dilantik 2 Februari mendatang dan akan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dengan aktifnya Kadin Kepri versi Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo, Kadin Kepri memiliki dua kepemimpinan. Pertama yang lebih dulu terbentuk adalah Kadin Kepri yang dipimpin Ahmad Ma’ruf Maulana. Kadin versi Ma’ruf berada di bawah kepemimpinan Rosan P Roeslani, yang terpilih berberdasarkan Munas VIII 2015.

Sementara Kadin Kepri versi Alfan Suheiri dibentuk akhir pekan kemarin. Alfan terpilih setelah Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo memberikan mandat pembentukan Kadin Kepri kepada Iskandar Alamsyah. Nama terakhir ditugasi menjadi Caretaker Kadin Kepri untuk mengemban mandat pembentukan Kadin provinsi.

Iskandar dan panitia pelantikan kemudian menggelar musyawarah daerah di Batam pada Sabtu (26/1) untuk memilih Ketua Kadin Kepri berdasarkan mandat Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo. Sejumlah nama panitia antara lain Joni Ahmad, Arlon Veristo, Suyono Saputra dan Wahyudi Kando. Rapat Caretaker Kadin Kepri lalu memutuskan Alfan Suheiri sebagai Ketua Kadin Kepri.

Alfan Suheiri yang ditemui sebelum rapat panitia pelantikan, kemarin, menyatakan pembentukan Kadin Kepri versi Eddy Ganefo sah dan punya legitimasi karena dua versi Kadin Indonesia sampai sekarang keduanya diakui pemerintah. Dia mengungkap salah satu tujuan utama pembentukan Kadin Kepri versi Eddy Ganefo demi menangkap peluang ekonomi dan sektor usaha yang selama ini banyak belum tergarap maksimal.

“Membuat keseimbangan. Tidak ada mengambil jabatan (Kadin Kepri) karena kami lahir atas mandat, justru menjadi mitra. Yang penting menguntungkan daerah, sama-sama membangun Kepri,” ungkap Alfan di Hotel Best Western Premier Panbil, kemarin.

Resmi menjadi nakhoda, Alfan bergerak cepat menjalankan mandat setelah mendapat dukungan banyak pengusaha dan figur di balik pembentukan Kadin Kepri versi Eddy. Salah satu yang hadir dalam rapat kemarin yakni Johannes Kennedy, pemilik jaringan usaha Panbil Group. Tak cuma Johannes, ungkap Alfan, sejumlah pengurus Kadin era Johannes juga bergabung ke dalam Kadin versinya.

Menurut Alfan, dalam dua hari ke depan dia akan melengkapi pengurus definitif sebelum dilantik. Sejauh ini jumlah pengurus diperkirakan sebanyak 73 nama yang disiapkan masuk dalam kepengurusan organisasi pengusaha itu. “Semua solid,” sambung dia.

Pelantikan bahkan sudah dijadwalkan pada 2 Februari 2019 yang jatuh pada hari Sabtu. Sesuai rencana, Kadin Kepri versi Alfan Suheiri akan dilantik Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo dan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Di Kepri, Kadin versi Eddy Ganefo baru dihidupkan sekarang, tapi di daerah lain ada dan sudah berjalan dengan dua versi Kadin. Tidak ada masalah,” ujar Alfan.

Sebagai gambaran, Kadin Indonesia kepemimpinan Eddy Ganefo berawal dari dualisme Kadin Indonesia yang timbul setelah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Pontianak 2013 melahirkan Kadin versi Oesman Sapta Odang atau OSO. Munaslub itu kemudian berbuntut pencabutan sembilan ketua Kadin daerah, termasuk Kepri yang waktu itu dijabat Johannes Kennedy. Pencabutan keanggotaan diputuskan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia periode tersebut, Suryo Bambang Sulisto. Tak lama kemudian, Caretaker Kadin Kepri Nada Faza Soraya menggelar Musda III Kadin Kepri yang memilih Ahmad Ma’ruf Maulana sebagai Ketua Kadin Kepri periode 2014-2019.

Dalam perjalanannya, Kadin versi OSO tetap diakui pemerintah hingga estafet kepemimpinannya dilanjutkan Eddy Ganefo lewat Munas VIII Jakarta, Oktober 2015. Bahkan, sejumlah Kadin daerah versi Eddy juga sudah dibentuk, beberapa di antaranya di Kalimantan, Palembang, hingga Papua.

Alfan Suheiri bukan wajah baru di kepengurusan Kadin daerah. Dia tercatat pernah menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kadin Kepri periode Johannes Kennedy, termasuk juga sempat menjabat Caretaker Kadin Batam semasa polemik kepengurusan Kadin Batam era 2012. Jauh sebelum era itu, Alfan juga terlibat pembentukan Kadin Batam dan Kadin Kepri. “Saya ikut melahirkan Kadin Batam dan Kepri,” sambung Alfan.

Alfan menegaskan, Kadin Kepri versinya punya program jangka panjang untuk lima tahun ke depan. Sejauh ini, Alfan sudah memetakan sejumlah peluang ekonomi Kepri yang tak tergarap oleh pengusaha dan pemerintah. Paling besar fokusnya untuk sektor maritim. Tak kalah penting juga, lanjut Alfan, Kadin Kepri harus mampu menjembatani pengusaha dan menjalin kolaborasi sesama pengusaha. Langkah setelah pelantikan Kadin versi Alfan juga mencakup penyusunan cetak biru peluang ekonomi Kepri sekaligus strategi yang disusun pengurusnya. “Banyak peluang yang bisa digarap kalau kita sama-sama,” tutur dia.

Ma’ruf Maulana yang dimintai komentarnya soal pembentukan Kadin Kepri dengan yang diketuai Alfan itu tak memberi jawaban. Telepon dan pesan singkat lewat Whatsapp tak dibalas.

chandra gunawan/ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com