SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pertumbuhan Kredit di Kepri Hingga April 2017 Melambat

Pertumbuhan Kredit di Kepri Hingga April 2017 Melambat
ilustrasi

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Eka Putra menyebutkan, angka kredit perbankan di Kepri hingga April 2017 tercatat Rp37,35 triliun.

Jumlah ini tumbuh 4,64 persen melambat dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya mencapai 6,00 persen.

Secara sektoral, penyaluran kredit untuk lapangan usaha masih didominasi industri pengolahan sebesar 1 0,07 persen, perdagangan besar dan eceran 17,77 persen, transportasi, gudang dan komunikasi 10,23 persen, dan konstruksi 4,38 persen.

Sementara berdasarkan penggunaan, kredit terbesar ada di konsumsi sebesar Rp6,09 triliun atau 43,1 1 persen, kemudian modal kerja sebesar Rp1,68 triliun sedangkan sisanya investasi sebesar Rp9,5 triliun atau 25,60 persen.

“Untuk penyaluran kredit modal kerja terbesar di sektor perdagangan besar dan eceran 45 persen. Sementara penyaluran kredit investasi terbesar kepada transportasi, pergudangan dan komunikasi yakni 36 persen,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOBATAM, Kamis (22/6/2017).

Untuk penyaluran kredit perumahan per April 2017 tercatat sebesar Rp6, 17 triliun atau tumbuh 4,79 persen. Angka ini lebih kecil dibanding bulan sebelumnya sebesar 7,78 persen. Sedangkan tingkat kredit bermasalah untuk kredit perumahan sebesar 1,82 persen.

“Masih dalam batas wajar,” ujarnya.

Sedang untuk angka penyaluran kredit UMKM sebesar Rp9,62 triliun atau sekitar 6,81 persen. Jumlah ini lebih kecil dibanding bulan lalu sebesar 7,37 persen.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com