SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pimpinan dan Staf Produksi PDAM Cabang Tanjungbatu Jadi Tersangka

  • Reporter:
  • Jumat, 4 Januari 2019 | 10:11
  • Dibaca : 154 kali
Pimpinan dan Staf Produksi PDAM Cabang Tanjungbatu Jadi Tersangka
Pimpinan Cabang Zulkarnaen ketika digiring ke Rutan Kelas II Karimun. /RICKY ROBIANSYAH

KARIMUN – Penyidik Kejaksaan Negeri Karimun Cabang Tanjungbatu menetapkan Pimpinan dan Staf Produksi PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran operasional Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kedua tersangka masing- masing atas nama Zulkarnaen selaku Pimpinan Cabang dan Novi Erwin sebagai Staf Produksi, langsung dilakukan penahanan oleh penyidik dan dititipkan di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Dengan menggunakan rompi merah bertuliskan tahanan korupsi, kedua tersangka digiring dari Tanjungbatu ke Karimun menggunakan Speed Boat sewaan menuju Pelabuhan Antar Pulau Sri Tanjung Gelam. Mereka langsung dibawa ke Rutan untuk dititipkan selama masa penahanan.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tanjungbatu Novriansyah melalui Jaksa Penyidik Dedi Situmorang mengatakan, penetapan Pimpinan dan Staf PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu sebagai tersangka berdasarkan fakta penyidikan yang ditemukan penyidik selama tiga bulan proses penyidikan berjalan.

“Kita sudah melakukan koordinasi dan meminta petunjuk pimpinan terkait penetapan ini. Selain itu, dari hasil pemeriksaan BPKP Kepri juga ditemukan kerugian negara sebesar Rp 348 Juta dan itu menguatkan kita dalam penetapan ini,” kata Andi usai pelimpahan di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun, Kamis (3/1) sore.

Ia mengatakan, selama proses penyidikan berjalan penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 34 saksi dari internal PDAM, pemilik kios kios penyedia solar, dan stack holder Pemerintah Kabupaten Karimun.

“Untuk barang bukti yang disita itu berupa dokumen LPJ, Laporan Kas, Nota yang dipalsukan dan surat- surat LPJ Palsu. Usai penetapan ini kita akan memeriksa beberapa orang saksi lagi,” katanya.

Dedi mengatakan, untuk tersangka lainnya saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut dan melihat perkembangan dari penyidikan lanjutan.

“Kita masih melakukan penyidikan. Sedangkan untuk tersangka kita lakukan penahanan selama 20 hari dan berkemungkinan diperpanjang 40 hari sampai berkas- berkas lengkap dan siap disidangkan di Pengadilan Tipidkor Tanjungpinang,” katanya.

Sementara untuk modus dilakukan, menurut penyidik masing- masing kedua tersangka memiliki peran yang besar dalam tindakan dugaan korupsi tersebut.

“Jadi dalam aksinya, pimpinan cabangnya ini memberikan perintah kepada staf produksi untuk melakukan belanja atau pengadaan solar yang seharusnya merupakan tugas bendahara. Staf produksi ini dia yang belanja, kemudian dia yang menggunakan, dia yang membayarkan dan dia juga yang membuat LPJ dan semua itu sepengetahuan pimpinan cabangnya tersebut,” katanya.

Lanjut Dedi, dari tindakan yang dilakukan kedua tersangka itu, maka ditemukan kerugian negara yang didapat dari manipulasi nota atau keuntungan dari penyedia.

“Terkadang ada juga pimpinan cabang yang langsung turun untuk berbelanja. Setiap bulan itu sekitar Rp 30- 36 Juta anggarannya, itulah yang dimanipulasi mereka sejak 2016 lalu,” katanya.

Dedi juga mengatakan, dari fakta penyelidikan Direktur PDAM Tirta Karimun beserta pejabat utama menerangkan tindakan dilakukan kedua oknum tersebut tidak diketahui dan laporan keuangan yang diterimakan merupakan dokumen yang telah dipalsukan.

“Kita masih berupaya untuk mereka juga mengembalikan kerugian negara yang ditimbulkan, namun itu masih belum disetujui mereka,” katanya.

Terhadap kedua orang tersebut, penyidik menjeratnya dengan pasal 2 dan 3 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 Perubahan atas Undang- undang nomor 20 Tahun 2001 Jo 55 dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Negeri Karimun Cabang Tanjungbatu menyelidiki dugaan penyalahgunaan anggaran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun cabang Tanjungbatu.

Penyelidikan tersebut dilakukan Penyidik setelah adanya keluhan masyarakat Tanjungbatu terkait macetnya pendistribusian air yang disuplai PDAM ke masyarakat, dimana dalam sehari hanya mendapatkan penyaluran air 3-5 jam saja.

Keluhan tersebut sempat dilaporkan kepada pihak manajemen PDAM, namun laporan itu tidak mendapatkan respon, sehingga kembali dilaporkan ke Cabjari Tanjungbatu untuk diselidiki.

Ricky Robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com