SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polisi Gadungan Peras Penampung TKI, Divonis 1 Tahun Penjara

  • Reporter:
  • Senin, 24 April 2017 | 11:15
  • Dibaca : 481 kali
Polisi Gadungan Peras Penampung TKI, Divonis 1 Tahun Penjara

BATAM KOTA – Aidil Kasmara, pria yang mengaku sebagai anggota Polda Kepri ini dijatuhi hukuman 1 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, pekan lalu. Ia dinyatakan terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penipuan yang dilakukan secara bersama-sama.

Majelis hakim Mangapul Manalu, Redite Ika Septina dan Martha Napitupulu menyatakan, perbuatan terdakwa telah mengakibatkan kerugian pada saksi korban.

Kendati demikian, terdakwa yang mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum dan sebagai tulang punggung keluarga menjadi pertimbangan majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman satu tahun penjara tersebut.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama satu tahun, dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani,” kata hakim ketua Mangapul Manalu, membacakan amar putusan.

Vonis yang diterima terdakwa lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Susanto Martua. Pada sidang sebelumnya, JPU Martua menuntut terdakwa dengan hukuman 1,5 tahun penjara.

Perbuatan terdakwa bermula ketika ia bersama dengan Syamsul yang diketahui sebagai Ketua GAT (Gerakan Anti Trafficking) mendatangi minimarket Kangian di Botania dan bertemu dengan saksi Hairul Amir. Kepada Hairul, Syamsul dan Aidil menanyakan keberadaan M. Nor, abang Hairul sekaligus pemilik minimarket tersebut.

Kepada Hairul, keduanya mengaku sebagai anggota Polda Kepri yang menangani kasus trafficking. Saat itu, keduanya langsung naik ke lantai dua ruko dan menanyakan jumlah TKI yang ditampung di ruko tersebut. Keduanya sempat menawarkan penyelesaian di ruko tersebut sebagai dalih untuk meminta sejumlah uang.

Hairul yang terus didesak oleh Aidil dan Syamsul langsung memberikan uang sebesar Rp2 juta. Namun, uang tersebut ditolak oleh Syamsul. Selanjutnya, Syamsul pergi dengan alasan ada rapat. Tak lama, Hairul menghubungi Syamsul melalui ponsel Aidil dan membicarakan jumlah penyelesaian yang dimaksud Syamsul.

Tak lama, saksi Hairul menyerahkan uang senilai Rp3 juta kepada Aidil dan berjanji akan kembali menyerahkan uang tambahan sebesar Rp2 juta keesokan harinya. Janji itu dituntut oleh Aidil yang kembali ke ruko tersebut keesokan harinya. Merasa telah menjadi korban pemerasan dan penipuan, Hairul melaporkan hal tersebut kepada Polda Kepri. Hingga akhirnya diketahui bahwa keduanya bukan merupakan anggota polisi.

Jajaran Polda Kepri pun berhasil mengamankan Aidil. Sementara itu, Syamsul masih buron hingga saat ini.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com