SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polisi Ikut Awasi Gas Melon

  • Reporter:
  • Kamis, 21 November 2019 | 11:37
  • Dibaca : 104 kali
Polisi Ikut Awasi Gas Melon
Petugas PT Pertamina menurunkan gas melon dalam operasi pasar di Pasar TPID Grand Niaga Mas, Batam Centre. /ahmad romadi

NONGSA – Polda Kepri turut mengawasi distribusi elpiji 3 kilogram yang langka sebulan terakhir. Kepolisian mendapat laporan berbeda dari agen pangkalan soal pasokan.

“Dari hasil (pengecekan) di lapangan didapati kalau kelangkaan gas melon 3 kilogram bukanlah akibat adanya praktik penimbunan,” ujar Kasubdit IV Ditreskrimsus Kompol Wiwid, Rabu (20/11).

Menurut Wiwid, kelangkaan gas subsidi itu membuat kepolisian terus mengawasi pasokan hingga mengecek langsung di lapangan. Dari laporan yang diperoleh Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri dari agen pangkalan, hasilnya berbeda dari keterangan Pertamina. Pengakuan para agen kelangkaan gas melon disebabkan adanya pengurangan pasokan dari kuota biasanya.

“Pangkalan bilang biasanya kuota sekali kirim tersebut sekitar 150 tabung, tapi sekarang hanya di kisaran 100 tabung saja,” ungkap Wiwid.

Menurut dia, anggotanya yang mengecek langsung kondisi di kawasan Batuaji. Dia juga berharap masyarakat dapat memberikan informasi, apabila mendengar atau melihat praktik penimbunan gas elpiji 3 kilogram. “Langsung informasikan pada kami,” ujar dia.

Menurut dia, informasi dari masyarakat sangat berguna untuk menindak segala bentu penyelewengan gas yang diperuntukan bagi masyarakat pada kalangan bawah tersebut. “Ada informasi dari masyarakat kami akan turun,” ujarnya.

Wiwid mengatakan pihaknya selalu memonitor keluhan masyarakat melalui berbagai media massa. Bukan hanya keluhan kelangkaan gas saja, pihaknya juga beberapa waktu lalu mengecek kelangkaan solar juga.

“Ada informasi kelangkaan, anggota saya langsung cek ke lapangan untuk mengetahui benar apa tidaknya ada kelangkaan tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Wiwid menegaskan akan melakukan tindakan tegas bagi orang-orang yang mencoba menyelewengkan solar maupun gas melon. Karena pihak kepolisian akan selalu memantau dan mengawasi setiap ada kelangkaan gas maupun solar.

“Jangan main-main terkait hal ini, karena ini kepentingan masyarakat banyak terutama masyarakat yang membutuhkan,” tegas Wiwid.

Senin (18/11), Sales Branch Manager Pertamina Kepri William Handoko mengatakan, pihaknya menyediakan sekitar 560 tabung gas dalam pelaksanaan operasi pasar gas melon di setiap kecamatan. Namun, apabila alokasi tersebut dinilai kurang, maka akan ditambah sesuai permintaan.

“Kami selalu menyalurkan sesuai dari alokasi yang diberikan. Jadi kami enggak ada nahan-nahan dan enggak ada kurangi kuota sama sekali. Penyaluran sesuai kuota, perbandingannya lebih dari 100 persen,” katanya.

Pihaknya telah beberapa kali turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan untuk melihat kondisi yang terjadi di lapangan.

“Sudah ada tiga pangkalan di Sagulung dan Batuaji yang sudah kami berikan sanksi. Kami tidak segan-segan mencabut izin kerja sama jika ada yang ada yang bermain-main,” kata William.

Pertamina, katanya, sudah memberikan kuota gas melon sekitar 10 ribuan per hari untuk 490 pangkalan di Sagulung dan Batuaji. Jumlah tersebut tergolong besar dibandingkan daerah yang lainnya. Sedangkan kuota seluruh pangkalan di Kota Batam 36.760 tabung per hari.

“Bahkan kami sudah kasih lebih dari jumlah masyarakat di setiap pangkalan. Luar biasa kan. Jadi tidak ada kelangkaan di lapangan,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini sudah terbentuk satuan tugas (Satgas) yang terdiri dari Pertamina, agen dan pangkalan gas tiga kilogram di Sagulung dan Batuaji. Para agen dan pangkalan setiap hari wajib melaporkan stok gas yang masih tersedia untuk memudahkan pengawasan.

“Satgas ini dibentuk 1 November 2019. Laporan dari pangkalan akan menjadi bahan evaluasi untuk memaksimalkan penyaluran,” katanya.

Pertamina juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mampu agar beralih ke bright gas non subsidi. Selain itu, Wiliam juga mengimbau untuk restoran, rumah makan, hotel dan usaha menengah ke atas tidak menggunakan elpiji tiga kilogram. Karena gas melon hanya untuk masyarakat kurang mampu.

“Segera beralihlah. Taubatlah segera. Apalagi kalau sudah pakai mobil yang mewah. Kalau masih gas tiga kilogram, taubatlah segera,” katanya.

Masyarakat juga diminta melaporkan jika ada pangkalan yang menyalahi aturan kepada Pertamina. Di antaranya, menjual gas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), menjual gas kepada pengecer dalam jumlah banyak dan lainnya.

“Segera laporkan ke contact centre kami di 135. Kan sekarang juga dibatasin, minimal dua tabung untuk satu KK (kartu keluarga). Kalau ternyata ada mengambil lebih banyak sehingga masyarakat tidak dapat, bisa dilaporkan ke Pertamina melalui contact centre,” katanya. dicky sigit rakasiwi/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com