SINDOBatam

Opini+

Jungkir Balik+

Proyek Gedung DPRD Natuna Tersandera Kelebihan Bayar

Proyek Gedung DPRD Natuna Tersandera Kelebihan Bayar
Bupati Natuna Hamid Rizal dan Wakil Bupati Ngesti Yuni Suprapti menyerahkan nota keuangan RAPBD 2018 kepada DPRD, Rabu (22/11). /sholeh ariyanto

NATUNA – Proyek gedung DPRD Natuna yang mandek sejak dua tahun terakhir akan dilanjutkan. Bupati Hamid Rizal menyatakan siap menyelesaikan proyek senilai Rp43 miliar tersebut dengan catatan PT Istaka Karya (Persero) mengembalikan kelebihan bayar.

“Saya ingin sekali melanjutkan pembangunan yang mandek terutama gedung kantor dewan. Saya ingin anggota dewan berkantor di tempat yang lebih bagus,” ungkap Hamid di Hotel Grand Central Natuna, Ranai, kemarin.

Proyek ini berhenti di tengah jalan sejak 2016 setelah menjadi catatan Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP). BPKP menemukan adanya kelebihan bayar dari Pemkab kepada kontraktor yang mencapai Rp2 miliar. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lalu mengharuskan pemkab menagih rekanan sebesar Rp2 miliar atas kelebihan pengerjaan proyek tersebut. Kontraktor proyek tersebut adalah PT Istaka Karya (Persero).

Sementara kontraktor belum mengembalikan kelebihan bayar tersebut. Alhasil proyek tidak dilanjutkan dan hanya selesai setengah jadi dengan kerangka bangunan dan tiang pondasi.

Proyek gedung DPRD Natuna berlokasi di Jalan Raya Ranai – Selat Lampa, tepatnya di Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur.

Hamid memastikan proyek tersebut tertunda karena perkara kelebihan bayar belum dikembalikan kontraktor. Hanya saja Pemkab Natuna tidak bisa mengalokasikan anggaran karena mesti menunggu uang kelebihan bayar dikembalikan. “Kami sudah berupaya menagih dari pihak ketiga. Tapi yang bersangkutan mau menyicil Rp100 juta pertahun. Kalau kayak begitu, kapan selesainya utang itu dan kapan bisa dibangunnya kantor itu,” papar Hamid.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com