SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

PUNGLI SMPN 10, Polisi Periksa Kabid Pendidikan Menengah Disdik

  • Reporter:
  • Rabu, 25 Juli 2018 | 12:02
  • Dibaca : 419 kali
PUNGLI SMPN 10, Polisi Periksa Kabid Pendidikan Menengah Disdik
ilustrasi

LUBUKBAJA – Polisi terus lakukan penyelidikan terkait kasus OTT SMP 10 Batam. Penyidik Satreskrim Polresta Barelang memeriksa Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Batam, Hernowo.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hal ini guna mendalami lebih dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (ott) Pungutan Liar (pungli) pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (ppdb) di SMPN 10 Batam beberapa waktu lalu.

“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan, dari disdik Batam kami mintai keterangan menyangkut sekolah,” kata dia, Senin (23/7).

Terkait dugaan kuota offline yang disalah gunakan pihak sekolah, lanjut Andri, pihaknya juga masih terus mendalaminya. Dari 171 wali siswa yang diduga diminta sejumlah uang oleh pihak sekolah, polisi juga akan dilibatkan untuk proses penyelidikan.

“Akan kami libatkan juga dalam penyelidikan,” kata Andri.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kota Batam, Hernowo terlihat di Polresta Barelang. Kedatangannya untuk memenuhi panggilan terkait kasus Pungutan Liar di SMP 10 Batam.

Hernowo tidak bisa berkomentar banyak tentang pemeriksaan dari pihak kepolisian yang membawa namanya menjadi saksi dalam permasalahan Pungli di sekolah SMPN 10 Sei Panas.

“Mengenai pemanggilan kemarin itu benar. Tapi saya hanya diperiksa sebagai saksi,” kata Hernowo, kemarin.

Saat ditanyai mengenai pemeriksaan oleh pihak kepolisian Polresta Barelang, Hernowo tak bisa berkomentar banyak. “Maaf, saya masih sibuk. Jangan diganggu dulu ya,” ujarnya.

Kasus Pungli SMPN 10 Sei Panas, polisi sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus pungutan liar (pungli) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018.

Lima orang itu yakni Ketua Komite SMPN 10 Baharuddin, Kepala Sekolah Rahip, Wakil Kepala Sekolah Antonius Yudi, dan dua guru honorer SMPN 10, Raturora dan Mismarita. Tersangka pungli SMPN 10 meminta calon wali murid membayar Rp2,5 juta agar anaknya diterima lewat jalur tidak resmi. Tersangka berhasil meraup duit dari 171 calon murid dengan total Rp274 juta. fathurrohim/romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com