SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sekolah Swasta di Batam Sepi Peminat

Sekolah Swasta di Batam Sepi Peminat
Ilustrasi Foto Arrazy Aditya

BATAM KOTA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah negeri berbanding terbalik dengan sekolah swasta. Sekolah swasta kerap kekurangan siswa setiap tahun, bahkan ada yang tutup karena sepi peminat karena masyarakat lebih memilih sekolah negeri.

“Berapa banyak sekolah swasta yang hampir tutup karena kekurangan murid. Kenapa tidak merangkul mereka?,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait realisasi anggaran semester pertama Dinas Pendidikan (Disdik) tahun 2017 di Ruang Rapat Komisi VI DPRD Kota Batam, Rabu (7/6).

Dia mengatakan, permasalahan itu dapat diselesaikan dengan menempatkan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sekolah swasta. Menurut Udin, keberadaan guru PNS itu setidaknya bisa jadi jawaban, agar para orangtua merasa tenang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta karena ada perhatian pemerintah dalam bentuk pendampingan guru PNS.

“Jadi meski mereka (siswa) sekolah di swasta, rasanya negeri. Karena yang mengajar guru negeri. Ini juga bisa meningkatkan rasa percaya diri sekolah yang bersangkutan,” kata politisi PDIP ini.

Udin menilai, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam memang perlu memberikan pembinaan terhadap sekolah swasta. Tujuannya tidak lain, agar orangtua tidak lagi memaksakan anaknya sekolah ke negeri. “Pembinaan itu macam-macam. Bisa dalam bentuk pemberian subsidi, menempatkan guru negeri di swasta, atau pemberian insentif lainnya,” katanya.

Untuk pemberian insentif inipun perlu mendapatkan pengawasan dari Disdik sehingga berlaku sistem reward dan punishment. “Bagi guru yang berprestasi, insentif apa yang bisa diberikan pemerintah. Kalau bisa mempertahankan prestasinya, mungkin insentifnya bisa ditambah. Sebaliknya juga ada punishment, insentif ini bisa dicabut,” ujarnya.

Kepala Disdik Batam Muslim Bidin mengatakan, permasalahan ini tak lepas dari biaya pendidikan yang lebih mahal di sekolah swasta, sehingga orangtua siswa memilih sekolah negeri. Imbasnya hampir setiap tahun pendaftaran di negeri membeludak.

“Masyarakat berfikir mau masuk sekolah murah dan gratis di negeri. Sekolah swasta kan sekolah mahal, kalau mau bicara umum ini alasannya kenapa orang cenderung ke negeri,” kata Muslim.

Sejauh ini ada beberapa sekolah swasta yang menjadi idaman, bahkan siswanya ramai dan ada juga sekolah yang sepi bahkan tutup karena tidak ada siswanya. Untuk itu, seharusnya sekolah swasta dapat menawarkan produk yang baik ke masyarakat. “Sekolah swasta yang bisa memamaparkan dan menjualkan produk mereka banyak yang sekolah ke sana,” ujarnya.

Dengan begitu, dia menyimpulkan, bukan hanya masalah gratis dan tidak gratis. namun berapa besar kepercayaan orangtua siswa terhadap sekolah itu. “Kalau pun mahal harus diimbangi dengan kualitas yang baik,” ujarnya.

Sejauh ini ada beberapa sekolah swasta favorit seperti Nabilah, Kallista, Muhammadiyah, Hidayatullah, Yos Sudarso, Djuwita dan sebagainya. Beberapa sekolah ini menawarkan mutu sehingga masyarakat mau menyekolahkan anak mereka ke swasta.

“Kalau tidak mampu (menawarkan kualitas) kosong juga murid. Sejauh ini ada sekolah swasta yang kosong yang tak mampu menawarkan produk mereka,” kata muslim.

Daftar sekolah Tak Perlu KIA
Sekolah unggulan selesai menggelar PPDB, selanjutnya Disdik akan membuka pendaftaran untuk sekolah reguler. Namun Kepala Disdik Batam Muslim Bidin mengatakan, pihaknya masih belum akan menerapkan syarat Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai syarat PPDB. “Kami belum terapkan, karena belum ada perintah resmi,” ujarnya.

Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan ketentuan soal KIA pada 2016 silam. KIA akan menjadi salah satu syarat administratif yang diwajibkan untuk mengurus dokumen atau keperluan lainnya. Termasuk untuk mendaftar sekolah.

Namun hingga kini belum ada aturan resmi yang mengatur penggunaan KIA untuk pendaftaran PPDB. Apabila, KIA ini diberlakukam di Batam, sambungnya, Pemerintah setempat harus mensosialisasikan terlebih dahulu kepada para orangtua calon didik. Untuk sementara, Disdik hanya mensyaratkan akte kelahiran untuk mendaftar masuk sekolah. “Jadi orangtua tidak usah khawatir. Masih menggunakan syarat seperti biasa dengan melampirkan akta, KK dan surat lainnya,” kata Muslim.

iwan sahputra/fadhil/sarma haratua siregar

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com