SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tanjungpinang Menuju Kota Pusaka

  • Reporter:
  • Kamis, 4 Oktober 2018 | 10:08
  • Dibaca : 132 kali
Tanjungpinang Menuju Kota Pusaka
Wali Kota Tanjungpinang Syahrul.

PINANG – Pemerintah Kota (Pemko)Tanjungpinang akan serius menata dan mempercantik Kota Lama dan Pulau Penyengat. Keseriusan ini ditujukan dengan digelarnya rapat pembahasan untuk mematangkan rencana tersebut.

Walikota Tanjungpinang Syahrul dalam rapat tersebut mengarahkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar sesegera mungkin membentuk susunan kepanitian untuk rencana tahapan menuju program Kota Pusaka.

“Kita harus serius dalam menangani ini, dan kita akan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi agar dapat bersinergi menata kota lama dan Pulau Penyengat agar dapat masuk program Kota Pusaka.” kata Syahrul di kantornya, kemarin

Syahrul berharap program Kota Pusaka ini dapat terealisasi secepat mungkin, karena hal itu menjadi identitas diri Kota Tanjungpinang.

“Jika perlu ada Perwako atau Perdanya, nanti bisa diusulkan sehingga dapat memperlancar program Kota Pusaka itu dan bisa dilaksanakan oleh Kementerian PU dan Kementerian Pariwisata,” harapnya.

Syahrul juga berharap kepada stakeholder untuk serius dan langsung bekerja jika tim penanganan kota pusaka sudah terbentuk. Untuk menyokong program tersebut pemerintah juga akan melibatkan semua unsur.

“Saya harapkan pertemuan selanjutnya sudah terbentuk tim dan sudah ada SK agar lebih aman dalam bekerja. Kita juga harus berkoordinasi dengan LAM, perwakilan masyarakat, LPM dan seluruh pihak yang terlibat agar bisa menerima saran dari seluruh kalangan,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma juga mengingatkan, tim tersebut harus mulai mempersiapkan segala sesuatunya secepat mungkin.

“Kita harus mempersiapkan semuanya, baik itu masalah anggaran yang dibutuhkan, masalah hukum, dan semua persyaratan yang diminta oleh pusat bila diperlukan,” katanya.

Ia juga berharap setidaknya di tahun 2019 nanti tim tersebut bisa langsung bekerja untuk menginventarisasi aset pusaka, penetapan kawasan pusaka prioritas dan sebagainya, serta dapat segera terealisasi bentuk fisiknya.

“Lebih cepat dilaksanakan, maka masyarakat bisa merasakan dan menikmati pembangunan di Kota Lama, dan Pulau Penyengat sebagai Kota Pusaka,” harapnya.

Sementara itu Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Surjadi dalam pemaparannya mengatakan, dipilihnya Penyengat dan Kota Lama sebagai Kota Pusaka karena kedua daerah tersebut memiliki cagar budaya yang merupakan salah satu persyaratan.

“Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) ini harus berdasarkan hasil keputusan yang kita sepakati untuk menentukan di mana saja lokasi yang ingin kita jadikan Kota Pusaka, dan tentunya sesuai persyaratan pengajuan yang harus kita siapkan untuk diserahkan ke Kementerian,” katanya.

Surjadi mengatakan Kota Pusaka itu merupakan program kementerian dan prosesnya untuk merealisasikannya cukup lama. Maka di sisa tahun 2018 ini persiapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan program Kota Pusaka diantaranya menyusun proposal, penilaian oleh tim independen, penyusunan dokumen RAKP hingga penandatanganan piagam komitmen Kota Pusaka.

“Oleh karena itu kita harus kerja keras untuk menyiapkan segala sesuatu yang terkait dengan program Kota Pusaka dari kementerian,” ujarnya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com