SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Transaksi Seks di Exotic Pub & KTV, Tawarkan Tamu Pemandu Karaoke Plus-Plus

  • Reporter:
  • Rabu, 7 Agustus 2019 | 10:40
  • Dibaca : 215 kali
Transaksi Seks di Exotic Pub & KTV, Tawarkan Tamu Pemandu Karaoke Plus-Plus
Wadirreskrimum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto (tengah) memberikan keterangan saat ekspose kasus trafficking dan prostitusi di Mapolda Kepri, Selasa (6/8). f dicky sigit rakasiwi

NONGSA – Polda Kepri membongkar kasus trafficking dan prostitusi di Exotic Pub, Nagoya. General Manajer (GM) Exotic Pub AJ alias Amad dan Manajer AH alias Amran ditangkap pada penggerebekan, Jumat (2/8) dini hari.

Dalam aksinya, kedua tersangka menjalankan praktik prostitusi berkedok karaoke. Modusnya, tamu ditawarkan dengan para pemandu karaoke atau lady companion (LC) yang bisa memberikan layanan seks.

“Ini modus baru. Pemandu karaoke bisa memberikan layanan seks kepada tamu,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Kepri AKBP Ari Darmanto didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Dhani Catra Nugraha saat ekspos di Mapolda Kepri, Selasa (6/8).

Kedua tersangka dijerat pasal 2 dan pasal 13 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau pasal 296 KUHPidana.

Ari menjelaskan, dalam menjalankan transaksi seks ini, pihak pub memberikan lewat paket kupon atau voucher. Satu voucher dijual seharga Rp1,5 juta dan hanya bisa digunakan di atas pukul 24.00.

“Harga kamar Rp450 ribu. Sedangkan Rp1.050.000 biaya transaksi seks yang ditawarkan kedua tersangka melalui para pemandu karaoke,” ujarnya.

Pengungkapan kasus ini, sambungnya, berawal dari informasi masyarakat tentang transaksi seks terselubung dan dugaan TPPO di pub yang berada di L Hotel tersebut.

Pada Jumat (2/8) sekira pukul 02.00, Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan TKP di Exotic Pub & KTV, ditemukan dugaan tindak pidana perdagangan orang. Di mana korban bernama Ayu seorang pemandu lagu sedang melakukan hubungan badan dengan seorang tamu di kamar 307, L Hotel. Kemudian personel Subdit IV mengamankan enam orang korban dan menangkap dua tersangka.

“Selanjutnya dibawa ke Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Ari menjelaskan, pelaku melakukan dugaan TPPO dengan cara melakukan perekrutan untuk memperoleh keuntungan atau mendapatkan bayaran dari kegiatan eksploitasi orang yakni ekonomi dan seksual terhadap perempuan yang bekerja sebagai pemandu lagu dan Guest Relation Officer (GRO) atau pelayan di Exotic Pub.

“Korban, pemandu lagu ini berjumlah enam orang. Dua dari Tembilahan, tiga dari Medan dan satu dari Lampung,” katanya.

Para korban yakni, Ayu (22), Rahma (24), Ratu (28), Cita (35), Bella (18) dan Lika (25).

Adapun barang bukti yang disita yakni satu kondom bekas pakai merek Sutra dengan bungkus warna hitam, uang tunai sejumlah Rp700.000, satu bundel bukti pembayaran bill tamu The Exotic Pub & KTV, uang tunai sejumlah Rp1.950.000, satu lembar voucher No 00000072 The Exotic Pub & KTV dengan nomor VIP 205, satu lembar bukti check in kamar L Hotel nomor 307, satu buku catatan titipan GRO warna hijau, 1 kartu kunci kamar L Hotel nomor 307 dan 1 lembar menu paket minuman The Exotic Pub & KTV. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com