SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Utang Tunda Bayar Pemko Batam Rp13,7 Miliar

  • Reporter:
  • Kamis, 21 Maret 2019 | 14:42
  • Dibaca : 107 kali
Utang Tunda Bayar Pemko Batam Rp13,7 Miliar
ilustrasi

BATAM KOTA – Pemko Batam masih memiliki utang tunda bayar 2018 sekitar Rp13,7 miliar. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam menargetkan akhir Maret ini sisa tunda bayar tersebut dibayarkan. Saat ini beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) masih ada yang belum mengajukan dokumen kontrak terkait dengan tunda bayar.

Kepala BPKAD Kota Batam, Abdul Malik mengatakan, tunda bayar hasil dari review inspektorat tahun 2018 sebanyak Rp57,8 miliar. Dari jumlah ini yang sudah dibayarkan dari awal tahun lalu sebesar Rp44,05 miliar. Sehingga sisanya Rp13,7 miliar masih dalam tahap penyelesaian, karena ada beberapa dokumen yang belum diterima oleh BPKAD.

“Jumlah dokumen kontrak dari semua OPD itu totalnya 244 dokumen, yang kami terima 226 dokumen dan sudah kami selesaikan pembayarannya 175 dokumen,” ujarnya, Rabu (20/3).

Kemudian ada 51 dokumen yang kami kembalikan ke OPD masing-masing karena ada kesalahan dan 18 dukumen sisanya memang belum diterima.

Pihaknya saat ini masih terus memproses dokumen-dokumen tunda bayar, karena sejak awal memang ditargetkan Maret ini seluruh tunda bayar tersebut harus diselesaikan. Hanya saja semua proses tentunya harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada.

Adapun OPD yang paling banyak melakukan tunda bayar tahun 2018 adalah Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) dengan rincian sekitar Rp29,2 miliar. Tapi dari jumlah ini sebanyak Rp26,7 miliar sudah dibayarkan dan sisanya masih dalam tahap proses pembayaran. Kemudian, Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) tunda bayar sebanyak Rp22,03 miliar dan sudah dibayarkan Rp12,07 miliar.

“Paling banyak memang di Bina Marga dan Disperkimtam. Tapi sebagian besar kan sudah dibayarkan,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho menyoroti tunda bayar yang kembali terjadi di tahun 2018. Banyak perencanaan yang dibuat oleh Pemko Batam dinilai melenceng dan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Jika ada keterbatasan APBD, Pemko Batam seharusnya sudah mengetahui berapa kemampuan anggaran untuk pembangunan jalan.

“Saya kemarin sudah katakan nantinya pasti ada tunda bayar lagi seperti 2017. Nah ini bakalan terjadi. Karena modelnya gali lubang tutup lubang. Sebenarnya dalam penggunaan anggaran tidak berlaku karena perencanaan sudah matang,” katanya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com