SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Wajib Bayar Denda di Tempat

  • Reporter:
  • Kamis, 14 Februari 2019 | 12:44
  • Dibaca : 533 kali
Wajib Bayar Denda di Tempat
Pengendara terjaring razia membayar langsung denda di tempat saat razia pajak kendaraan di Tiban Centre, Rabu (13/2). f chandra pratama

SEKUPANG – Ratusan pengendara terjaring saat razia gabungan yang digelar Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri dan Satlantas Polresta Barelang di Tiban Centre, Rabu (13/2). Pengendara yang terjaring razia karena berbagai macam pelanggaran, mulai menunggak pembayaran pajak kendaraan, tidak membawa dokumen berkendara seperti SIM dan STNK.

“Penunggak pajak kendaraan wajib membayar denda di tempat,” kata Kepala UPT- Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Batam Center, Vira Respaty.

Menurut dia, penertiban ini merupakan yang kedua kalinya diadakan selama tahun 2019. Tahun ini, BP2RD Kepri akan menggelar 18 kali pajak kendaraan di Batam. Sebelumnya, razia pertama dilaksanakan di depan Edukits, Batam Centre. “Razia pertama, kami berhasil mengumpulkan Rp41 juta dari hasil penertiban pajak 118 kendaraan roda dua dan 211 kendaraan roda empat,” ujarnya.

Ia menambahkan, razia ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, agar membayar tunggakan pajak kendaraan bermotor yang telah jatuh tempo.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak kepada masyarakat yang memiliki kendaraan, baik itu roda dua mapun roda empat,” katanya di lokasi penertiban.

Selain itu juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri, khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor. Sebelumnya, Kepala BP2RD Kepri Reni Yusneli mengatakan, pemilik kendaraan di Batam tergolong banyak yang tidak sadar pajak, karena pajak ini adalah urutan terakhir dalam pengeluaran keluarga. Sehingga, pemasukan daerah melalui pajak kurang optimal.

“Kami akan melakukan razia selama 18 kali pada tahun ini di Batam. Pasalnya, pendapatan daerah melalui pajak kendaraan di Batam khususnya sangat minim,” kata Reni.

Razia ini baru pertama kali digelar di Batam, dan ke depannya akan terus dilaksanakan di beberapa tempat, baik itu di Batuaji, Sekupang, atau Nongsa. “Hari ini (kemarin) mungkin razia sudah bocor, jadi besok-besok kami akan lakukan secara mendadak,” ujarnya.

Saat menggelar razia serupan di Tanjungpinang, BP2RD mendapat pemasukan Rp40 juta lebih dari pendapatan pajak kendaraan. Hal itu dapat dikatakan bahwa kesadaran masyarakat masih kurang tentang pajak. “Itu baru Tanjungpinang, apalagi Batam yang padat kendaraan seperti ini,” kata Reni. cr1

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com