SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Aris Hardy Divonis Lebih Berat

  • Reporter:
  • Kamis, 16 Maret 2017 | 14:20
  • Dibaca : 592 kali
Aris Hardy Divonis Lebih Berat
Aris Hardy Halim usai mengikuti persidangan. Foto Joko Sulistyo.

:: Kasus Dugaan Korupsi Bansos untuk PS Batam

PINANG – Mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola (PS) Batam Aris Hardy Halim kemarin divonis 1 tahun 4 bulan dalam perkara dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Pemko Batam ke PS Batam. Vonis itu lebih berat dibanding dua terdakwa lain, yakni Khairullah dan Rustam Sinaga yang sama-sama divonis 1 tahun penjara.

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Iriaty Chairul Ummah, para terdakwa divonis bergiliran.

Mantan Wakil Ketua DPRD kota Batam itu disidang terlebih dahulu. Iriaty menyatakan Aris terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana yang diuraikan dan diancam pidana dalam pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Ri Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan dan pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan,” ujar Iriaty.

Terkait uang pengganti yang dituntut JPU sebesar Rp498.620.000, majelis hakim menghapuskannya karena terdakwa dinyatakan telah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp715.895.000. Uang tersebut sudah disetorkan Kejati Kepri ke kas negara.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU yang meminta hakim menghukum Aris 1 tahun 6 bulan dengan pidana denda sebesar Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

JPU Imam Roesli dan Aris yang didampingi kuasa hukumnya sama-sama menyatakan pikir-pikir selama 7 hari, atas putusan tersebut.

Usai vonis Aris, majelis hakim kemudian memutus perkara terdakwa Khairullah, mantan Plt Kabag Keuangan Sekretariat Daerah Kota Batam. Meski sama-sama dinyatakan bersalah, hukuman terhadap Khairullah lebih ringan dibandingkan Aris.

“Menghukum terdakwa Khairullah dengan pidana penjara selama 1 tahun dan pidana denda sebesar Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan,” ujar Iriaty.

Sementara mantan pelatih PS Batam Rustam Sinaga divonis 1 tahun dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan. Rustam dan Khairullah menerima vonis itu, tapi JPU Imam Roesli masih menyatakan pikir-pikir selama 7 hari.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com