SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

PEMULIHAN EKONOMI BATAM: Kadin Desak Kebijakan Ekstra Luar Biasa

  • Reporter:
  • Senin, 29 Juni 2020 | 11:32
  • Dibaca : 236 kali
PEMULIHAN EKONOMI BATAM: Kadin Desak Kebijakan Ekstra Luar Biasa
Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk bersama Presiden RI Joko Widodo./ist

BATAM – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Batam berharap Pemko dan BP Batam melaksanakan instruksi Presiden Joko Widodo agar bekerja ekstra luar biasa dengan rasa suasana krisis demi mengebut pemulihan ekonomi.

Pemko dan Badan Pengusahaan Batam diminta menggodok formula yang tepat untuk membangkitkan kembali perekonomian. Salah satunya melalui perbaikan birokrasi perizinan usaha di Batam dengan lebih cepat dan sederhana.

“Semua para pengambil keputusan di Batam, agar bisa menerjemahkan intruksi Presiden Joko Widodo, untuk pemulihan Ekonomi di masa pandemic Covid-19. Semua keputusan yang dibuat harus extraordinary, yang luarbiasa dan berdampak bagi ekonomi dan masyarakat,” papar Ketua Kadin Kota Batam Jadi Rajagukguk, Senin (29/6).

Kemudahan perizinan seperti ekspor dan impor agar lebih cepat dan efisien dinilai mampu mendorong pemulihan ekonomi bisa kembali berdenyut karena sejak pandemi ekspor impor mengalami penurunan. “Kecepatan pelayanan dan perizinan dalam suasana extraordinary seperti ini sangat diperlukan,” sambung dia.

Menurut Jadi, banyak sektor industri di Batam terpukul oleh pandemi sehingga dengan kondisi yang luar biasa perlu diimbangi dengan kebijakan yang luar biasa pula. “Di semua pelayanan dan perizinan harus di tata ulang, buat simple dan sederhana. Mulai di perizinan pemanfaatan lahan, lalu lintas barang ekspor dan impor, kepelabuhanan, kemaritiman, industri, dan semua perizinan yang ada di BP Batam. Karena situasi ini bukan situasi normal tapi situasi krisis,” papar dia.

Presiden Jengkel

Diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan para menteri Kabinet Indonesia Maju yang masih bekerja biasa-biasa saja saat pandemi Covid-19 untuk mengubah cara kerjanya.

“Perasaan ini harus sama. Kita harus mengerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita, saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal,” kata Presiden Jokowi, saat menyampaikan arahan dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara pada 18 Juni 2020.

Video arahan Presiden Jokowi tersebut baru dikeluarkan oleh Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden pada “channel” Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020).

Dalam arahan tersebut, Presiden Jokowi bahkan membuka opsi “reshuffle” menteri atau pembubaran lembaga yang masih bekerja biasa-biasa saja. “Bisa saja, membubarkan lembaga, bisa saja ‘reshuffle’. Sudah kepikiran ke mana-mana saya, entah buat perppu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, kalau bapak ibu tidak merasakan itu sudah,” kata Presiden Jokowi sambil mengangkat kedua tangannya.

Hadir dalam sidang paripurna tersebut Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju dan para kepala lembaga negara. “Lah kalau saya lihat bapak ibu dan saudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, ‘extra ordinary’,” ujar Presiden pula.

Presiden pun meminta agar para menteri punya satu perasaan yaitu bekerja dalam kondisi krisis. “Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya, jadi tindakan-tindakan, keputusan-keputusan dan kebijakan-kebijakan kita suasananya harus suasana krisis. Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini,” kata Presiden lagi.

Presiden sendiri sudah mengeluarkan dua perppu sejak pandemi Covid terjadi, yaitu Perppu No. 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan. Perppu tersebut sudah disahkan menjadi UU No. 2 Tahun 2020 pada 12 Mei 2020.

Presiden juga mengeluarkan Perppu No. 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas UU No. 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

“Kalau perlu kebijakan perppu, ya perppu saya keluarkan. Kalau perlu perpres, ya perpres saya keluarkan. Kalau sudah ada PMK (Peraturan Menteri Keuangan) ya keluarkan. Untuk menangani negara tanggung jawab kita kepada 267 juta rakyat kita,” kata Presiden.

Presiden pun mengungkapkan kejengkelannya, karena menilai masih ada menteri yang bekerja seperti biasa.

“Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa tidak punya perasaan. Suasana ini krisis,” kata Presiden Jokowi lagi. candra gunawan/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com