SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penerimaan P3K Dibuka Februari

  • Reporter:
  • Kamis, 24 Januari 2019 | 10:41
  • Dibaca : 431 kali
Penerimaan P3K Dibuka Februari
Menpan RB Syafruddin memukul gong saat membuka sosialisasi rencana pengadaan P3K di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Rabu (23/1). f teguh prihatna

BATAM KOTA – Pemerintah akan membuka penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada awal Februari mendatang. Tahun ini pemerintah merekrut 150 ribu P3K yang dibagi dalam dua tahap. Formasi yang diprioritaskan yakni guru, tenaga kesehatan dan penyuluhan pertanian.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin mengatakan, dalam pelaksanaan perekrutannya akan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama akan diperuntukan para pegawai honorer dengan kuota sebanyak 75 ribu. Sedangkan untuk tahap kedua akan dibuka untuk umum dengan kuota yang sama, yakni sebanyak 75 ribu.

“Jadi 150 ribu itu kami bagi dua tahap. Februari tahap pertama dan diperkirakan Mei untuk tahap yang selanjutnya,” ujarnya saat sosialisasi rencana pengadaan P3K di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Rabu (23/1).

Ia menjelaskan, perekrutan dilakukan dua kali tahapan karena bertepatan dengan Pemilu 2019, sehingga jika tidak dilakukan secara bertahap dikhawatirkan akan dapat terganggu dengan proses pemilu. Itu sebabnya untuk tahap yang kedua, pihaknya bersama Badan Kepegawain Negara (BKN) sepakat perekrutan P3K dilakukan usai Pemilu selesai.

Pekrutmen P3K umumnya memang dilakukan di daerah karena untuk posisi guru honorer mayoritas ada di daerah. Sehingga jarang ditemukan ada di pusat. Itu sebabnya Kemenpan-RB melakukan rapat dengan para kepala daerah guna memutuskan skema anggarannya. Sekaligus juga sosialisasi terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 tentang P3K.

“Hari ini (kemarin) kami koordinasi terkait dengan PP 49 dan rencana penggadaan P3K tahap pertama. Kenapa tahap pertama. Karena kita akan masuk tahapan politik. Sehingga dikhawatirkan tidak selesai kalau semua langsung dibuka. Itu sebabnya kami buat tahap pertama,” jelasnya.

Penerimaan P3K, kata dia, seharusnya dilaksanakan tahun lalu, hanya saja PP 49/2018 sebagai landasan hukumnya baru terbit pada Desember 2018. Sehingga penerimaan P3K baru bisa dilaksankan pada tahun 2019. Syafruddin berharap dengan adanya P3K ini bisa mengisi kekosongan formasi yang selama masih kurang dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Ia juga mengimbau kepada semua daerah untuk mempersiapkan kebutuhan kekurangan pegawai, supaya kementerian juga bisa menentukan kuota yang akan diberikan kepada setiap daerah. Sehingga seluruh instansi di daerah diharapkan bisa segera melakukan pemberkasan. Terutamabagi instansi-instansi yang sudah melakukan pengumuman secara resmi.

“Kan sudah ada beberap instansi yang sudah bisa mengumumkan. Itu kami harapkan segera usulkan berkas,” ujarnya.

Dalam Rakornas yang dihadiri seluruh perwakilan pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia ini, Syafruddin mengingatkan untuk berpedoman pada tidak berfikir parsial dan terkotak-kotak, sehingga tidak mengabaikan kepentingan negara. Menyelaraskan penyediaan tenaga P3k dengan program pemerintah yang memang berfokus membangun daerah Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T).

“Pemerintah saat ini juga tengah fokus untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten,” kata Syafruddin.

Sehingga dalam rekrutmen P3K ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan instansi-instansi akan tenaga terampil yang menguasai kemampuan spesifik dan kelancaran pelayanan di instansi terkait bisa dioptimalkan. Salah satu caranya adalah membuat sistem yang mampu menghadirkan pegawai, baik itu ASN maupun P3K yang memiliki kompetensi.

“ASN memiliki kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan. Karena itu proses rekrutmen termasuk P3K harus dilakukan dengan baik,’ katanya.

Gubernur Kepri Nudin Basirun mengatakan, Kepri sudah mengusulkan kepada pemerintah terkait dengan jumlah kuota P3K. Terutama untuk mengisi jabatan guru dan tenaga kesehatan yang menjadi prioritas Pemprov Kepri saat ini. Dengan adanya P3K diharapkan dapat mengisi kekosongan pegawai di dua formasi tersebut.

“Tapi untuk teknisnya nanti BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) yang lebih tahu. Intinya kami sudah mengusulkan. Saya juga sudah menyampaikan langsung kepada Pak Menteri terkait kebutuhan pegawai di Kepri,” kata Nurdin.

Kekurangan tenaga guru dan kesehatan juga terjadi di Batam. Karena itu Pemko Batam juga turut menyambut baik dengan rencana penerimaan P3K untuk formasi tersebut. Jumlah tenaga honorer di Batam saat ini ada sekitar 5.200, yang diharapkan bisa direkrut pada tahap pertama.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, M Sahir mengatakan, saat ini P3K tidak hanya untuk pegawai honorer tapi juga terbuka untuk umum. Hanya saja untuk tahap pertama akan diperuntukan untuk pegawai honorer dan bagi yang umum akan dilakukan seleksi pada tahap kedua.

“Kebutuhan yang paling banyak memang masih guru dan tenaga kesehatan. Karena kita ada penambahan sekolah dan puskesmas. Kemudian untuk penyuluhan pertanian juga akan tetap buka,” kata Sahir. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com