SINDOBatam

Terbaru Metro+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Polisi Periksa Empat Orang Terduga Provokator Pemilu

  • Reporter:
  • Senin, 22 April 2019 | 14:48
  • Dibaca : 230 kali
Polisi Periksa Empat Orang Terduga Provokator Pemilu
Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto memberikan pengarahan kepada personel Polri saat meninjau beberapa PPK di Batam, Minggu (21/4). f dicky sigit rakasiwi

SEKUPANG – Jajaran Polresta Barelang melakukan pemeriksaan terhadap empat orang yang menyebarkan temuan kertas suara dari tong sampah di halaman GOR Raja Jakfar, Tiban di media sosial (medsos). Keempat orang tersebut diperiksa karena menebarkan contoh kertas surat yang menimbulkan opini negatif dan membuat keresahan.

“Kertas suara itu sampul dan sample tata cara mencoblos sudah disposal dan diangkat dari tong sampah,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, saat mengecek beberapa Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Batam, Minggu (21/4).

Dikatakannya, bahwa pemeriksaan terhadap empat orang tersebut dikarenakan telah menyebarkan temuan yang belum pasti kebenarannya, tanpa melaporkan ke pihak yang berwenang.

“Ada pengawas, sampaikan ke pengawas dan pengawas Pemilu pada saat itu sudah menyatakan bukan,” ujarnya.

Menurut dia, hal yang mesti dilakukan adalah melaporkan ke pihak yang berwenang, karena ada pengawas pemilu. “Kalau direkam lalu di-posting dan di-share kemana-mana jadi menimbulkan keresahan,” katanya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Saptono Erlangga menjelaskan, keempat orang yang diperiksa yakni berinisial N, NC, TS dan TM. Terdiri dari tiga pria dan seorang wanita.

“Masih dalam pemeriksaan, empat orang ini sekarang sedang diperiksa di Polresta Barelang,” ujar Erlangga.

Ia menambahkan, bahwa postingan yang menjurus meresahkan masyarakat tersebut, sudah diposting lebih dari 200 orang di grup-grup media sosial. Untuk itu, Erlangga meminta agar masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi berita yang belum tentu kebenarannya.

“Jangan mudah untuk mengupload informasi yang memprovokasi dan menyebarkan berita hoax, saring dulu kalau dirasa bermanfaat silahkan,” katanya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat, apabila ada temuan tidak sesuai aturan terkait pelaksanaan Pemilu, masyarakat diminta untuk melaporkan ke Bawaslu.

“Semua pihak harap tetap menjaga kondusifitas, jika pelaksanaan Pemilu ada temuan pelanggarkan laporkan kepada yang berwenang,” ujarnya.

Bawaslu Bantah Penemuan Dokumen C1 Dibuang

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batam membantah adanya penemuan berkas form C1 pemilihan presiden, DPRD Kota Batam, dan DPR RI yang ditemukan di tempat sampah GOR Raja Jakfar, Tiban. Dokumen form C1 yang ditemukan merupakan dokumen sosialisasi, bukan hasil rekapitulasi.

Komisioner Bawaslu Batam divisi hukum, Mangihut Rajaguguk mengatakan, dari hasil investigasi tim Bawaslu, dokumen yang ditemukan oleh warga itu bukan dokumen rekapitulasi pemilu, tapi dokumen dari hasil sosialisasi.

“Setelah kami selidiki, itu bukan dokumen rekapitulasi pemilu 2019, tapi itu form sosialisasi,” ujarnya.

Mangihut menuturkan, oknum yang membuat vidio dan menyebarkan sudah diperiksa pihak kepolisian, karena sudah mempublikasikan kebohongan kepada publik.

“Ya kalau ada temuan, tolong laporkan ke Bawaslu atau aparat penegak hukum,” katanya.

Lanjut Mangihut, Bawaslu berharap masyarakat menjaga kondusifitas di masa pemilu, apalagi peraturan mengenai pemilu sangat ketat.

“Jangankan nge-share berita bohong, KPU saja bisa dipidana jika penyelenggaraan pemilu tidak benar,” kata Mangihut.

Mangihut menjelaskan, form c1 yang asli tidak bisa begitu saja hilang dari kotak suara, karena di form tersebut sudah ada tandatangan KPPS dan form asli dan palsu sudah ada ciri-ciri khususnya.

“Untuk form c1 presiden yang ditemukan itu hanya kop surat suaranya saja, bukan berkas c1 asli,” katanya.

Ia mengatakan, masyarakat cukup mengawal dan melapotkan kecurangan yang terjadi pada penghitungan maupun hal-hal yang dianggap salah dalam proses pemilu, sehingga pihak terkait dalam melakukan proses secara hukum.

“Hindari pelanggaran yang tidak kita ketahui, karena itu nantinya akan membuat kita terjebak nantinya,” kata Mangihut. dicky sigit rakasiwi/romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com